Siagakan Lima Petugas di RPH dan Pasar

229

Antisipasi Daging Gelonggongan

SALATIGA- Dinas Pertanian Perikanan dan Peternakan (Dispernakkan) Kota Salatiga meningkatkan pengawasan lalu lintas hewan ternak serta peredaran daging sapi dan ayam memasuki bulan suci Ramadan. Salah satu caranya dengan menempatkan sebanyak lima orang petugas di rumah pemotongan hewan (RPH) dan lima orang di pasar untuk memeriksa kualitas daging sapi dan ayam sebelum dijual kepada masyarakat.
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya pedagang nakal untuk meraup keuntungan dengan menjual daging gelonggongan atau tidak layak konsumsi.
“Selama Ramadan rawan peredaran daging gelonggongan dari luar daerah. Karena itu, pengawasan lalu lintas hewan ternak berikut produk dan hasil peternakan harus diperketat agar daging gelonggongan dari luar daerah tidak masuk ke Salatiga. Ini kami lakukan guna melindungi masyarakat,” terang Kepala Dipernakkan Kota Salatiga Husnani kepada wartawan.
Lebih jauh Husnani mengatakan, selain memperketat pengawasan lalu lintas hewan ternak, Dispernakkan juga memperketat pengawasan operasional RPH. Dari pengalamannya, tidak menutup kemungkinan RPH juga dijadikan tempat untuk produksi daging gelonggongan. 
“Kami sudah menempatkan petugas di RPH dan lima orang di pasar untuk memeriksa kualitas daging sapi dan ayam sebelum dijual. Namun sejauh ini, kami belum menemukan adanya praktik jual beli daging gelonggongan,” terang Husnani.
Dia menjelaskan, daging hasil pemotongan sapi di RPH diberi stempel dan surat keterangan sehat sebelum dijual ke pasaran. Stempel dan surat keterangan sehat itu sebagai bukti jika daging tersebut legal dan layak konsumsi.
Kabag Humas Setda Kota Salatiga Adi Setiarso menambahkan, petugas di lapangan kesulitan memprediksi adanya peredaran daging gelonggongan. Karena pedagang terkadang melakukan kecurangan dengan mencampur daging legal dengan daging gelonggongan. 
”Agar tidak tertipu, sebaiknya masyarakat tidak asal membeli daging yang harganya murah. Cek dulu sebelum membeli,” pesannya. (sas/aro)