Pengusaha dan Perguruan Tinggi Diminta Peduli

96

SEMARANG – Dua tahun menjelang Pekan Olahraga Nasional (PON) merupakan saat krusial. Berdasarkan aturan, seorang atlet bisa membela daerah yang baru jika sudah tinggal selama dua tahun di daerah baru yang akan dibelanya di PON. Tahun 2014 ini, tercatat 24 atlet potensial Jateng telah mengajukan pindah daerah dan enam di antaranya dari Kota Semarang. Mereka adalah M Fathoni dan Hartono Gunawan (balap sepeda). Lalu ada Kristina Wahyu, Suci Amita Dewi dan Rury Andayani (Bridge) serta M Zulfikri (biliar).
Wali Kota Semarang mengatakan, kondisi ini memerlukan campur tangan semua pihak agar tak terjadi lagi ke depan. ”Jika alasan perpindahan karena mendapat fasilitas sekolah atau berkerja di daerah baru, ya bagaimana sikap pengusaha dan lembaga pendidikan di Semarang. Semua pihak harus duduk bersama mencari jalan keluar agar atlet tak pindah. Misalnya, pengusaha memberi lowongan pekerjaan lalu kampus atau sekolah memberi beasiswa penuh, jadi tidak murni tanggung jawab Wali Kota,” kata Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, kemarin.
Pria yang akrab disapa Hendi ini menyatakan, jika semua dibebankan ke pemerintah sangat tidak mungkin. Bukan karena tidak ada anggaran, tetapi memang aturan yang tidak memungkinkan.
Sekretaris Umum KONI Semarang Mochtar Hidayat mengaku, induk organisasi cabang olahraga di Ibu Kota Jateng itu tak berkutik terkait masalah ini. Sebab rekomendasi dari pengurus cabang dan alasan yang dikemukakan sangat kuat. ”Ini jelas menjadi masalah bagi Kota Semarang. Setidaknya, Semarang telah kehilangan 10 potensi medali emas Porprov mendatang, karena yang mengajukan pindah adalah atlet potensial dan utama,” papar Mochtar. (bas/smu)

Silakan beri komentar.