Penambang Nekad Gunakan Alat Berat

202

Kades Podosari Tak Berani Melarang

KAJEN-Meski tak mengantongi izin resmi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan dan kerap diprotes warga setempat karena merusak lingkungan, penambangan batu di Sungai Kesesi di Dukuh Podowani, Desa Podosari, Kecamatan Kesesi, tetap jalan terus. Bahkan, pada Minggu (22/6) siang kemarin, penambang nekat menurunkan alat berat.
Masalahnya kini, air Sungai Kesesi yang semula digunakan warga untuk mengairi sawah, kini tidak bisa lagi digunakan. Banyak sawah yang kering. Ini karena lebar sungai yang semula 6 meter, kini menjadi 25 meter. Sehingga air sungai, tidak bisa naik ke sawah di sekitar Desa Podosari. Bahkan bencana banjir selalu mengintai, di sekitar Sungai Kesesi, yang sebelumnya tidak pernah ada. “Penambangan illegal ini sudah dilakukan selama setahun terakhir,” kata Darsono, warga Dukuh Podowani, RT 12 RW 06, Desa Podosari, Kecamatan Kesesi.
Menurutnya, sejak 6 bulan terakhir, penambang mulai menggunakan truk besar dan alat berat. “Batu yang diambil, rencananya akan dibawa ke Slamaran, menggunakan dump truk dan alat berat” ungkap Darsono.
Diakuinya, meski warga sekitar kerap melakukan protes, namun pemilik tambang tetap nekad melakukan penggalian dengan alasan masih mengajukan izin penambangan. Warga Desa Podosari juga sudah melapor ke kepala desa untuk menghentikan penambangan tersebut. ”Kami sudah berulang kali lapor ke kepala desa, kami mohon ada tindak lanjut,” kata Darsono.
Sedangkan Kepala Desa (Kades) Podosari, Kecamatan Kesesi, Nurcahyo, membenarkan adanya alat berat di Sungai Kesesi, tepatnya di Dukuh Podowani. Menurutnya, penggunaan alat berat semula hanya dimanfaatkan untuk membuat aliran sungai, dalam rangka pembuatan embung mini. ”Maksudnya agar mengaliri air dari sungai dalam ranbgka pembuatan embung. Nantinya untuk pengairan pertanian warga,” kilah Nurcahyo.
Nurcahyo sendiri tidak berani melarang penambangan ilegal tersebut, meski merugikan sawah milik warganya. “Penambangan juga untuk warga desa. Untuk izin, silahkan ditanyakan kepada Dinas Pengairan Sumber Daya Air (PSDA) saja,” elak Nurcahyo tanpa mau memberikan alasan yang pasti.
Sementara itu, Kepala Dinas PSDA, Kabupaten Pekalongan, Bambang Pramukanto, menegaskan bahwa penambangan di Desa Podosati, Kecamatan Kesesi tidak memiliki izin. Kini, pihaknya masih berkoordinasi dengan Satpol PP, untuk dilakukan penertiban. ”Jika teguran yang kami sampaikan tidak direspon, akan kami lakukan penutupan paksa. Saat ini ada puluhan penambang Galian C, yang tidak mengantongi izin dan tetap melakukan penambangan,” tegas Bambang Pramukanto. (thd/ida)