Kajen Adventure Dikeluhkan Peserta

2513

KAJEN-Kegiatan Kajen Adventure yang dilaksanakan Minggu (22/6) pagi kemarin, dikeluhkan para peserta. Pasalnya, pihak panitia tidak memberikan kesempatan peserta luar kota mengikuti gladi resik atau uji lapangan sehingga tidak menguasai medan.
Sebanyak 200-an bikers sepeda gunung yang sebagian besar dari Kabupaten Tegal, Semarang, Kendal, Purwokerto, Pemalang, Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan, tidak menguasai medan, karena baru pertama kali datang ke Kajen. “Meski medan lintasan Kajen Adventure tidak terlalu ekstrem, namun banyak peserta yang ketinggalan, karena baru pertama melintas,” kata Sutrisno, 29, peserta asal Kabupaten Purwokerto yang datang satu hari sebelum event.
Menurutnya, medan lintasan cukup sulit, naik turun dan berbatu, serta minimnya petunjuk arah, sehingga menyulitkan peserta, khususnya dari luar kota. ”Setidaknya, dengan mengenal medan lintasan, kita tahu apa yang harus dipersiapkan dan sepeda jenis apa yang digunakan,” ungkap Trisno.
Namun demikian, Sutrisno mengaku senang, karena suasana alam pedesaan yang masih asri dan sejuk. ”Jika Kajen Adventure dikemas lebih profesional lagi, saya yakin pesertanya cukup banyak,” kata Sutrisno.
Hal serupa disampaikan oleh Safei, 45, peserta dari Ngaliyan, Kabupaten Semarang. Menurutnya, medan lintasan terlalu pendek, meski jalan yang dilalui cukup sulit, naik turun dan berbatu. Dia menilai, panitia terkesan tergesa-gesa, ketika menuntukan jalur lintasan adventure. “Medan yang kami lalui cukuplah, pemandangan Kajen dari ketinggian juga cukup bagus. Namun jarak lintasannya tidak terlalu panjang, jadi kurang menantang,“ kata Safei yang biasa ikut sepeda adventure.
Koordinator Kajen Adventure, Ryan, menjelaskan bahwa kegiatan ini dalam rangka menghayubagyo Peringatan Tiga Tahun Kepemimpinan Antono dan Fadia tahun 2014, serta ajang menjalin silaturahmi antar komunitas dan penggemar sepeda gunung se-Pantura dan Semarang. Menurutnya, Kajen Adventure dimaksudkan untuk mengenalkan Kajen, sehingga lintasan dimulai dari Dukuh Sadang, Desa Pekiringan Alit dan berakhir di Pendopo Bupati. “Kegiatan ini, lebih mengenalkan dan mempromosikan Kajen kepada mereka yang memiliki hobi turing memakai sepeda gunung. Intinya itu saja,” jelas Ryan.
Sedangkan hadiah utama sepeda motor diperoleh Rohim, 32, dari Kota Pekalongan dan hadiah sepeda gunung diperoleh Dika, 10, siswa kelas IV SD, dari Kabupaten Pekalongan. (thd/ida)