Anak SD di Salatiga Terinfeksi HIV / AIDS

274

SALATIGA – Pengidap HIV/AIDS di Kota Salatiga terus bertambah. Yang terbaru, di bulan Mei lalu, Dinas Kesehatan Kota (DKK) Salatiga dan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Salatiga mendapati anak berumur 12 tahun yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) terinfeksi penyakit yang menyerang kekebalan tubuh tersebut.
Ketua KPA Kota Salatiga Zuraidah melalui pengelola program   Rahayu Nis kepada wartawan memaparkan, dalam  rentang tiga bulan dari Januari hingga Maret tahun ini, KPA menemukan 10 pengidap baru. Sehingga per bulan Maret lalu, jumlah penderita di Kota Salatiga mencapai 174 orang. Khusus untuk bocah itu, diduga anak tertular dari ibunya saat di dalam kandungan (prenatal), namun baru diketahui ketika anak itu menginjak dewasa.
Dikatakan dia, temuan anak SD yang terjangkiti HIV itu belum masuk hitungan dan ia memperkirakan jumlahnya akan bertambah. “Sejak ditemukan kali pertama penyakit ini di Kota Salatiga pada 1993 silam, total sudah ada 53 penderita HIV/AIDS yang meninggal dunia,” terang Rahayu.
Berdasarkan data yang ada, urutan pertama faktor risiko  penderita HIV/AIDS di Kota Salatiga adalah pelaku heteroseks (gonta-ganti pasangan), disusul pengguna narkoba suntik (penasun), homoseksual serta bayi yang tertular ibunya.
“Untuk kasus prenatal  di Kota Salatiga, kami menemukan lima kasus. Satu balita sudah meninggal, dua lainnya pindah domisili ke kota lain, dan yang dua masih di Salatiga. Tentunya kami selalu melakukan pemantauan,” ujarnya.
Dijelaskan Rahayu, untuk mengantisipasi dan mencegah penyebaran HIV/AIDS, pihaknya sudah mengambil langkah-langkah dengan berkoordinasi lintas sektor. Langkah yang dilakukan antara lain dengan sosialisiasi langsung ke masyarakat tentang penularan dan bahaya HIV/AIDS. (sas/aro)