Penjual Sayur Mengeluh Sepi

249

MAGELANG – Sejumlah pedagang Rejowinangun mengeluhkan sepinya pembeli, dibandingkan tahun sebelumnya. Meski mendekati puasa, namun pendapatan tak meningkat tajam.
Hal itu dirasakan oleh Suruwiah, 40, seorang pedagang sayur.
Ia mengaku harga sayuran saat ini terbilang murah. Hanya bawang merah saja yang tinggi, karena stoknya sedikit dan didatangkan dari Brebes. Meski begitu, dagangannya tetap sepi. ”Sekarang, harga sayuran murah. Tapi pasar ya tetap saja sepi,” keluhnya.
Hal senada disampaikan oleh pedagang sayur lainnya, Muntatitah, 45. Ia merasa tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Soal kenaikan harga, diakui Muntatitah, sudah biasa. Tapi terkait sepinya pasar, baginya sangat memprihatinkan.
”Namanya pedagang, sudah biasa menghadapi kenaikan harga maupun penurunan. Namun, lain ceritanya dengan sepinya pasar. Ini memprihatinkan,” tutur pedagang yang kerap disapa Bu Mun itu.
Mun mengatakan, harga bawang merah saat ini mengalami kenaikan 100 persen dari sebelumnya. Jika beberapa waktu lalu Rp 10.000/kg, sekarang mencapai  Rp 20.000/kg. ”Perubahan harga bawang memang cepat ganti. Pernah Rp 10.000, pernah Rp 18.000 dan sekarang Rp 20.000 untuk per kilonya,” terangnya.
Di sisi lain, harga sayuran cukup murah. Sebab para petani saat ini sedang panen raya. ”Banyak petani yang panen raya, sehingga harga sayuran murah.”
Cabai yang bisanya mahal, sekarang normal. Cabai merah, misalnya, Rp 5.000/kg, cabai hijau Rp 4.000/kg, cabai rawit merah dan hijau Rp 10.000/kg, kubis Rp 2.500/kg, kentang Rp 8.000/kg, dan wortel Rp 6.000/kg.
Yang cukup menonjol baginya adalah harga tomat Rp 7.000/kg. ”Untuk tomat memang kelihatan sekali naiknya, semula hanya Rp 5.000/kg. Jadi naiknya Rp 2.000,” imbuhnya. (mg4/isk/ce1)