Gandeng Penulis Buku Negeri Lima Menara

225

Andi F. Noya Sebarkan Paham Pentingnya Budaya Membaca

Sebagai Duta Baca Nasional, Andi F. Noya punya tanggung jawab untuk menyebarkan virus pentingnya budaya membaca di kalangan masyarakat se-Indonesia. Host program Kick Andy tersebut, Kamis (12/6) kemarin, menggelar talk show di Sasana Adipura Wonosobo, mendorong budaya baca di kota dingin itu.

SUMALI IBNU CHAMID, Wonosobo

DEMI menggairahkan budaya membaca di Wonosobo, Andi F. Noya sengaja mengajak Ahmad Fuadi, salah satu penulis buku best seller nasional, untuk naik ke panggung bersamanya.
Ahmad yang melambung berkat buku berjudul Negeri Lima Menara, didaulat untuk memotivasi peserta dengan cerita seputar pengalamannya menjadi penulis dan berhasil melanglang buana dari kegemarannya membaca.
Tak jauh dari Andi, Ahmad Fuadi pun mengakui bahwa awal keberhasilannya meraih mimpi, karena sebuah buku yang dibacanya. Melalui buku masa kecilnya itulah, Ahmad kemudian berkhayal bisa mendatangi sebuah negeri di seberang samudera.
”Demi mewujudkan mimpi itu, buku menjadi sumber ilmu utama yang akhirnya mengantarkan saya berkeliling dunia, melalui berbagai jenis beasiswa pertukaran pelajar,” katanya.
Menurut pria yang baru saja menelurkan buku lanjutan Negeri Lima Menara, yaitu Rantau Satu Muara tersebut, setiap orang berhak dan bisa sukses, asal punya impian dan kemauan kuat.
Pada kesempatan itu, Andi juga menyemangati para pelajar dan pengelola perpustakaan, untuk lebih rajin ke perpustakaan. ”Apalagi hari ini (kemarin, Red) kita bersama-bersama bupati melakukan gerakan Wonosobo membaca, hal ini harus terus ditingkatkan.”
Andi mengatakan, saat berkunjung ke Perpusda Wonosobo, dia merasakan ada roh potensi Wonosobo menjadi kota dengan kesadaran tinggi. Selain jumlah kunjungan pembaca terus meningkat, Perpusda Wonosobo memiliki referensi yang cukup.
”Kami juga mendorong tiap desa berdiri perpustakaan, hal itu sudah dirintis oleh Bupati Wonosobo bersama warganya, puluhan perpustakaan desa sudah berdiri,” ungkapnya.
Bupati Wonosobo, HA Kholiq Arif mengaku sangat menghargai upaya Andi sebagai Duta Baca Nasional dalam memotivasi masyarakat Wonosobo agar lebih gemar membaca. Bahkan, Kholiq secara tegas menyebut, upaya membangun perpustakaan daerah menjadi lebih modern dan menyenangkan, agar semua lapisan masyarakat lebih bersemangat berkunjung. Juga menjadikan perpustakaan sebagai sentra ilmu pengetahuan di luar sekolah.
”Dulu, waktu saya masih wakil bupati, saya sebagai wartawan punya banyak buku dan semua saya sumbangkan ke Perpusda. Tujuannya agar masyarakat Wonosobo gemar membaca,” akunya.
Deputi Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan, Perpustakaan Nasional Woro Titi Haryanti mengatakan, pihaknya terus mengupayakan pertumbuhan budaya membaca di Indonesia. Selain mendorong Perpusda lebih kreatif, tahun ini tercatat sudah berdiri 21.281 perpustakaan tingkat desa di Indonesia.
”Perpustakaan tingkat desa ini terus kami dorong dengan bantuan buku, agar sarana membaca lebih dekat dengan masyarakat,” imbuhnya. (*/lis/ce1)