Terbanyak Pinjam Buku Dapat Penghargaan

300

Melongok Sistem Pendidikan PesanTrend Man Jadda Wajada Wonosobo

PesanTrend Man Jadda Wajada, digagas Nurul Mubin sebagai media pembelajaran kajian agama. Muridnya dari tingkat SD hingga mahasiswa. Selain kajian agama, di lembaga ini, juga diajarkan budaya membaca dan menulis. Seperti apa?

SUMALI IBNU CHAMID, Wonosobo
 
JELANG Ramadan tahun ini, berbagai kegiatan sosial dan keagamaan banyak dilakukan sejumlah lembaga pendidikan keagamaan. Termasuk, Madrasah Diniyah Man Jadda Wajada, yang kemarin menyelenggarakan khataman akhirussanah di kompleks Perum Purnamandala, Kelurahan Bumireso, Wonosobo.
Kegiatan tahunan ini, untuk mengakhiri pembelajaran di Madarasah Diniyah tersebut. Sekaligus, kegiatan persiapan menyambut datangnya puasa Ramadan.
Proses khataman, berbeda dengan pesantren kebanyakan. Para santri— selain mendengarkan pengajian dari ustad yang diundang— juga ada beberapa penilaian penghargaan terhadap para santri. Contohnya, penghargaan dan hadiah diberikan kepada santri kategori rajin berangkat ngaji. Yang kedua, penghargaan kepada anggota perpustakaan terbanyak meminjam dan membaca buku.
Untuk tahun ini, yang masuk kategori paling rajin berangkat mengaji adalah Helmy Faisal Putra dan   Rifqi Fadlillah. Keduanya, siswa SD IV Wonosobo. Juga, Averusyd Maula El Seijida, siswa TK ABA VII Purnamandala.
Sementara penghargaan kategori kedua, diberikan kepada santri dan anggota yang terbanyak meminjam dan membaca buku. Yakni, Risma Nur Arifa siswa SDN I Wonosobo, dengan jumlah buku yang dibaca 76 judul buku selama 10 bulan.
Kemudian, Reumnesa Hani Rifatul, siswa TK ABA VII, dengan jumlah buku yang dibaca 71 judul buku selama 16 bulan. Berikutnya, Nurainy Widiastuti, siswa SD Bumireso. Ia membaca 62 judul buku selama 15 bulan.
Sedangkan pada kelas mahasiswa dan kelas SMA, santri Madrasah Diniyah dan anggota perpustakaan Man Jadda Wajada, mengkhatamkan tugas penunjang pengembangan kepenulisan. Juga berhasil melahirkan dua karya tulis ilmiah serta karya sastra fiksi. Judulnya:
KH. Muntaha Al-Hafidz, Ulama dan Rektor Paling Fenomenal dalam Sejarah Indonesia. Sementara buku karya sastra dan fiksi berjudul: Negeri di Atas Awan.
Menurut Nurul Mubin— pengasuh Madrasah Diniyah, sekaligus pengelola perpustakaan Man Jadda Wajada—Madrasah Diniyah tersebut juga mengembangkan perpustakaan berbasis komunitas dan pendidikan, serta pelatihan (short course) kepenulisan bagi siswa SMA dan mahasiswa.
”Kegiatan tersebut juga dipadukan dengan penyerahan penghargaan kepada para santri dan anggota perpustakaan Man Jadda wajada,” katanya.
Mubin mengatakan, penghargaan dua kategori tersebut, diberikan kepada santri, sekaligus anggota perpustakaan. Tujuannya, agar mereka memiliki kegemaran membaca buku dan menjadikan perpustakaan sebagai jantung ilmu pengetahuan.
”Sebab, dewasa ini budaya membaca buku semakin berkurang dibandingkan kegemaran membaca SMS, Facebook dan media sosial lainnya,” ujarnya prihatin.
Dikatakan, perpustakaan tersebut juga memberikan fasilitas pendidikan dan pelatihan short course  untuk kelas mahasiswa dan kelas SMA serta program kerja sama layanan silang dengan Perpustakaan Daerah Wonosobo. (*/lis/ce1)