Kedokteran Undip Maksimal Rp 19 Juta

241

Biaya UKT per Semester

TEMBALANG – Pemberlakuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) pada tahun akademik 20014/2015 di Universitas Diponegoro (Undip) kali ini diklaim lebih meringankan beban biaya mahasiswa maupun orang tuanya. Jika sebelumnya terdapat lima golongan, pada tahun ini ditetapkan tujuh golongan mahasiswa pada penerapan UKT.
”Jadi dengan lebih banyaknya golongan itu, interval biaya yang dikenakan jadi lebih kecil,” tutur Rektor Undip Prof Sudharto P. Hadi, Selasa (10/6).
Dijelaskannya, untuk golongan I, pembiayaan mulai Rp 0-500.000 per semester dan golongan II Rp 500.000-1.000.000 per semester. ”Dan yang tertinggi, yakni golongan VII, itu bervariasi biayanya. Tergantung fakultasnya, yang paling tinggi kedokteran dengan biaya maksimal Rp 19.000.000 per semesternya,” tambah Sudharto.
Dengan pemberlakuan UKT tersebut, model pembiayaan lama seluruhnya dihapus. Baik uang pangkal dan biaya lainnya, seluruhnya tidak ada lagi. ”Uang gedung atau apa pun itu sudah lama tidak ada lagi. Sekarang pakai UKT. Setiap mahasiswa akan dibebankan biaya kuliah sesuai dengan kemampuan ekonominya. Jadi, ada semacam subsidi silang dengan pola biaya ini,” ujarnya.
Bagi mahasiswa dari keluarga tidak mampu secara ekonomi, lanjut dia, baik yang masuk ke Undip melalui seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN), seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN), atau ujian mandiri (UM), seluruhnya akan terbantu dengan sistem golongan yang diterapkan. ”Jika mahasiswa tersebut benar-benar dari keluarga tidak mampu, nanti bisa dimasukkan ke golongan I atau II. Dengan pembiayaan yang tentunya sangat terjangkau,” tukasnya.
Sudharto menjelaskan, setiap mahasiswa yang diterima nantinya akan diminta menyertakan bukti penghasilan orang tua, rekening listrik dan berkas-berkas pendukung lainnya. ”Dari situ kemudian kami golongkan. Untuk menjamin bahwa data-data yang disampaikan mahasiswa baru itu valid, kami akan terjunkan tim ke lapangan secara acak,” ucapnya.
Pakar Lingkungan ini memerinci, biaya tertinggi pada UKT yang ditetapkan pada masing-masing fakultas berbeda-beda. Untuk kedokteran, angka maksimal mencapai Rp 19.000.000, Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) maksimal Rp 7.000.000, Fakultas Hukum maksimal Rp 7.000.000, Fakultas Teknik maksimal Rp 7,5 juta, dan Fakultas Ilmu Budaya maksimal Rp 5,5 juta. ”Besaran biaya di masing-masing fakultas tersebut disesuaikan dengan kebutuhan biaya operasional akademiknya. Misalkan di kedokteran kenapa paling mahal, karena praktikumnya, sarana yang dibutuhkan dan lainnya,” katanya.
Sementara itu, di Universitas Negeri Semarang (Unnes) pemberlakuan UKT hingga kini masih dikaji lebih jauh. Penetapan golongan akan tetap dibagi menjadi lima golongan pembiayaan. ”Untuk golongan I itu Rp 0-500.000 dan yang tertinggi pada golongan V Rp 5.000.000. Pada semua fakultas penerapannya sama. Hanya mungkin akan beda sedikit pada kelompok sains atau teknik, itu pun tidak terlalu besar,” papar Rektor Unnes Prof Fathur Rokhman. (mg1/ton/ce1)