Polisi Lengkapi Berkas Perkara Sekretaris PDIP

203

KENDAL—Kasus pemukulan yang dilakukan oknum anggota DPRD Kendal, Prapto Utono, sampai saat ini masih dilakukan pemeriksaan oleh penyidik reserse kriminal umum (Reskrimum) Polsek Kaliwungu. Yakni, dengan mengumpulkan alat bukti dan mengorek keterangan dari saksi untuk memperkuat dugaan penganiayaan yang dilakukan Sekretaris DPC PDIP Kendal tersebut.
Kapolres Kendal AKBP Harryo Sugihartono melalui Kapolsek Kaliwungu AKP Ujang Syamsudin mengatakan, sampai saat ini kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan.
“Kasus pemukulan ini tetap diproses dan kami selidiki. Sejumlah saksi sudah menjalani Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Bahkan untuk memperkuat bukti, kami akan menambah saksi dari luar pihak korban guna melengkapi berkas penyelidikan sebelum ditingkatkan ke penyidikan,” ujarnya, Jumat (6/6) kemarin.
Ujang mengaku, jika pihaknya akan bertindak profesional dalam melakukan pemeriksaan. “Jadi, tidak hanya meminta keterangan dari korban saja, tapi juga saksi diluar korban yang mengetahui melihat dan mendengar kejadian dugaan pemukulan tersebut,” paparnya.
Ia membeber, setidaknya ada 4-6 saksi tambahan untuk melengkapi berkas. Untuk pemeriksaan terhadap terlapor (Prapto, Red) kami masih menunggu izin dari gubernur. Mengingat yang bersangkutan adalah anggota dewan aktif,” tuturnya.
Rencananya, barang bukti akan disita, yakni satu unit mobil Suzuki APV bernopol B 1383 KFG yang tertera tulisan DPC PDIP Kendal. Penyitaan barang bukti mobil ini masih menunggu surat dari Pengadilan Negeri (PN) Kendal.
Polisi juga akan memeriksa tempat karaoke di komplek lokalisasi prostitusi Gambilangu. “Kami sejak awal sudah mengupayakan mediasi dan diselesaikan secara kekeluargaan. Tapi, tidak menuai kesepakatan karena korban ngotot kasusnya dilanjutkan,” jelasnya.
Menurutnya, polisi sebagai penyidik harus profesional. Yakni, selama tidak ada pencabutan laporan dari pelapor, maka proses penyelidikan akan tetap dilanjutkan.
Menanggapi hal tersebut, Prapto menyatakan siap menjalani pemeriksaan jika Polsek Kaliwungu selama sesuai dengan aturan yang ada. “Sebagai warga negara yang baik, saya siap menjalani proses hukum jika polisi membutuhkan ketarangan,” katanya.
Prapto mengaku pemukulan itu terjadi lantaran dirinya dipancing dan tersulut emosi karena dihadang empat orang pada saat kejadian. Ia mengaku khilaf  dan meminta maaf kepada semua pihak, terutama DPC PDIP. “Tapi, saya sedang mengupayakan agar kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan saja,” ujarnya. (bud/aro)