Kenaikan TDL Hambat Investasi

231

UNGARAN – Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDP) Kabupaten Semarang berharap ada evaluasi rencana kenaikan tarif dasar listrik (TDL) sebelum ada penetapan. Sebab, kenaikan TDL akan berdampak pada pelaku industri khususnya industri tekstil yang banyak terdapat di Kabupaten Semarang. Selain itu, kenaikan TDL dapat menganggu iklim investasi di Kabupaten Semarang.
Ketua APINDO Kabupaten Semarang, Ari Prabono, mengatakan, rencana kenaikan TDL akan sangat membebani masyarakat dan industri. Semestinya, menurut Ari, rencana kenaikan TDL harus dievaluasi pemerintah dahulu sebelum ditetapkan kenaikannya. Sebab, menurut Ari, sebelum ada rencana kenaikan TDL, sebelumnya sudah ada kenaikan.
“Sehingga dengan TDL naik lagi akan berdampak sangat luas. Tidak hanya pada dunia industri saja tetapi masyarakat juga akan merasakan imbas kenaikan TDL,” tutur Ari Prabono, Kamis (5/6) kemarin.

Dampak paling besar yang akan dirasakan adalah pelaku industri di Kabupaten Semarang yang kebanyakan bergerak di bidang tekstil dan garmen. Sebab, industri tekstil tersebut paling banyak mengonsumsi listrik. Kenaikan TDL juga mengganggu iklim investasi yang baru tumbuh di Kabupaten Semarang.
“Hampir seratus persen industri tekstil menggunakan listrik. Tentu saja kenaikan TDL sangat berpengaruh pada biaya produksi. Padahal iklim ekspor masih lesu karena ekonomi internasional belum stabil. Kenaikan TDL juga membuat investor menghitung kembali biaya investasi di sini,” tutur Ari.
Sementara itu untuk penghematan, pelaku industri belum menggunakan energi alternatif. Sebab, menurut Ari, peralihan menggunakan energi alternatif membutuhkan biaya yang besar. (tyo/aro)