Gas Elpiji 3 Kg Langka dan Isi Berkurang

256

PEKALONGAN-Selama seminggu terakhir, gas elpiji ukuran 3 kilogram sulit dicari di sejumlah toko maupun pengecer di Kota Pekalongan. Kalaupun ada, harga gas elpiji ukuran 3 kilogram yang semula Rp 14 ribu, sudah berubah harga menjadi Rp 18 ribu. Bahkan, di sejumlah tempat di Kota Pekalongan, sudah dijual dengan harga Rp 20 ribu per tabung.
Warga tidak hanya merasa kesulitan, namun mengeluhkan isi gas elpiji tidak lagi penuh 3 kilogram. Bahkan, ukurannya sudah berkurang seperempat hingga setengah dari ukuran yang seharusnya diterima konsumen.
Sunaryo, 37, warga Kelurahan Medono RT 03 RW 02, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, mengungkapkan bahwa sudah sebulan terakhir, gas elpiji 3 kilogram sulit ditemukan. ”Saya mencari gas elpigi ukuran 3 kilogram hingga ke Kecamatan Buaran. Itupun harganya sudah Rp 18 ribu atau Rp 20 ribu,” ungkap Sunaryo, sambil menunjukkan tabung gas yang kosong, Kamis (5/6) siang kemarin.
Sunaryo juga mengeluhkan isi gas yang tidak lagi penuh seperti sebelumnya. Terbukti, gas elpiji ukuran 3 kilogram yang biasanya digunakan selama 1 minggu, kini sudah habis dalam 3 hari pemakaian. ”Pemakaiannya masih sama, hanya untuk menanak nasi 5 kilogram. Biasanya 1 minggu baru habis, sekarang 3 hari sudah habis,” keluh Sunaryo yang berjualan nasi megono.
Salah seorang pengecer, Khairun, 41, warga Kelurahan Kauman, Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, mengaku selama sebulan terakhir, kerap dikomplain pembeli. Terkait, kelangkaan gas elpiji dan ukurannya yang tidak penuh 3 kilogram.
”Saya kulakannya sudah Rp 18 ribu, terus mau jual berapa. Sudah begitu, isinya juga tidak penuh, banyak yang komplain,” kata Khairun yang menjual dengan harga Rp 20 ribu per tabung.
Menurutnya, pengiriman gas elpiji 3 kilogram dari agen penyalur memang sering terlambat. Bahkan, jumlahnya pun semakin berkurang sejak Maret lalu hingga saat ini. Pasokan yang semula satu minggu 2 kali pengiriman mencapai 30 tabung, kini hanya 10 tabung per sepuluh hari.
”Tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram saya tumpuk semua di luar. Biar warga tahu, kalau saya sebagai pengecer juga kesulitan mendapatkan gas elpiji 3 kilogram,” tandas Khairun kesal.
Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Disperindagkop dan UMKM, Kota Pekalongan, Wismo Adityo, mengatakan bahwa mulai 1 Juni, stok gas elpiji 3 kilogram ditambah 6 persen dari persediaan normal. Dengan adanya penambahan sebanyak 6 persen dari alokasi normal 10 ribu, menjadi 11 ribu perharinya. ”Penambahan sebesar 6 persen, diharapkan tidak akan terjadi kelangkaan elpiji,” kata Wismo.
Wismo juga menegaskan, berdasarkan pantauan harga gas elpiji ukuran 3 kilogram di tingkat konsumen, harga masih Rp 16.500 per tabung. Menurutnya, kalaupun lebih dari harga tersebut, tergantung dari jarak konsumen dan agen. (thd/ida)