Dua Tahun, Pasar Bintoro Retak dan Bocor

266

DEMAK-Baru dua tahun Pasar Bintoro dibangun dan ditempati, namun bangunannya di lantai dua sudah retak dan ambrol. Diduga, hal itu terjadi akibat tiang pancang bangunan ambles sehingga tidak kuat menahan beban bangunan bagian atas.
Kondisi yang memprihatinkan ini ditemukan saat Wakil Ketua DPRD Demak, Mugiyono melakukan sidak ke Pasar Bintoro, kemarin. Sidak dijalankan setelah Paguyuban Pedagang Pasar Bintoro (P3B) beraudiensi dengan Komisi B di gedung DPRD Demak, kemarin.
Mugiyono mengatakan bahwa setelah menerima pengaduan P3B itu, pihaknya langsung mengecek kondisi Pasar Bintoro yang sebenarnya. Dengan demikian, dapat diketahui sejauhmana persoalan yang terjadi. “Ternyata memang perlu penanganan segera. Pemkab dan pihak pengembang harus bertanggung jawab,” katanya.
Menurutnya, harus ada perbaikan dan langkah yang tepat untuk mengatasi berbagai persoalan yang muncul di Pasar Bintoro tersebut. Dalam audiensi kemarin, pedagang yang tergabung dalam P3B mengusung 10 masalah yang membelit pasar tradisional terbesar di Demak itu. Yaitu, banyak pedagang yang tidak berizin menempati depan pasar sehingga mirip pasar krempyeng.
Kemudian, penataan zoning pedagang tidak sesuai harapan, kemacetan air di kios warung makan, bau menyengat tidak sedap dari warung makan, kebocoran air dari lantai dua, pemasangan meteran listrik yang tidak sesuai janji, sekat antar kios sudah dimakan rayap serta bangunan retak, penataan parkir kendaraan menutupi akses pembeli, dan penambahan bangunan kios di luar perencanaan.
Yang terakhir, surat izin usaha yang berbunyi hanya persetujuan menempati dagangan dan tiap tahun harus diperpanjang. Hal itu, sangat berbeda dengan sosialisasi sebelumnya, yakni, kepemilikan kios selama 10 tahun. “Apa yang disampaikan P3B ini akan kami carikan penyelesaian. Pekan depan kami undang semua instansi terkait,” katanya.
Soal kurangnya pasokan air ke Pasar Bintoro, Mugiyono meminta pihak pengelola pasar segera membuat perhitungan secara rinci kebutuhan air tersebut.(hib/ida)