Sembilan Ditutup Paksa

294

SOLO–Pemkot Solo bersikap tegas terhadap toko modern dan minimarket ilegal yang masih nekat beroperasi. Sejak akhir pekan lalu, pemkot kembali menerjunkan tim Satpol PP untuk melakukan penyegelan di sejumlah kawasan. Hingga Senin (6/2), terdata sudah ada sembilan toko modern atau minimarket yang ditutup paksa oleh tim penertiban dari Satpol PP.
Di antaranya toko modern yang terletak di Jalan Tangkuban Perahu, Jalan Sumpah Pemuda, Jalan R.M. Said, Jalan Agus Salim, Jalan Sam Ratulangi, dan Jalan Yosodipuro. Diketahui, untuk satu kawasan saja, ada yang berdiri lebih dari satu minimarket. Misalnya di Jalan Sumpah pemuda, terdapat dua minimarket belum berizin lengkap.
Kabid Penegakan Perda Satpol PP Solo, Arif Darmawan menyampaikan, penyegelan dilakukan dengan pertimbangan ketidaklengkapan dokumen perizinan yang dipunyai minimarket terkait. Timnya melakukan sidak dokumen perizinan dengan menyisir toko modern yang ada di Solo.
Sesuai instruksi wali kota, kata dia, ada sekitar 70 toko modern di Solo yang dicurigai belum memiliki dokumen perizinan lengkap. “Jika pengelola atau pemilik tidak bisa menunjukkan dokumen perizinan, berupa izin usaha toko modern (IUTM), berarti tokonya harus ditutup,” ujarnya kepada wartawan di balai kota, Senin.
Dikatakan Arif, fakta yang ditemui, rata-rata pengelola atau pemilik minimarket baru mengurus sebagian dari keseluruhan proses perizinan. Bahkan, di antaranya belum sampai memiliki dokumen izin mendirikan bangunan (IMB), namun toko sudah berdiri dan beroperasi. Selain sembilan minimarket yang telah disegel, dia memperkirakan masih banyak toko modern lain yang layak dihentikan operasinya. Tim penertiban Satpol PP masih intens terjun ke lapangan, pada pekan ini. (ria/mas/ida)