Pelaku Diduga dari Kelompok Luar Jawa

123

BARUSARI – Tiga kasus perampokan cukup menonjol di Kota Semarang masih belum terungkap. Berbagai upaya sudah dilakukan, meski pada akhirnya masih belum ada titik terang.
Satreskrim Polrestabes Semarang mengklaim sudah menemukan titik terang terkait dengan kasus tersebut. Pelaku diduga merupakan kelompok dari luar Jawa yang kerap beraksi lintas provinsi. ”Masih terus kami dalami, sejumlah saksi sudah dimintai keterangan,” kata Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Wika Hardianto.
Tiga kasus perampasan itu terjadi di tengah siang bolong di Kota Semarang. Yakni Perampokan dua karyawan PT Sinergi Artha Samudra, Semarang, Atika Lusia Dewi, 27, dan Sinta Wahyuningrum, 30 di Jalan Pusponjolo Timur, Semarang Barat, Senin (28/4). Pelaku enam orang berhasil membawa kabur uang tunai Rp 191.705.000. Kemudian perampokan dengan modus gembos ban di Jembatan Layang Pos 1 Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Kamis (8/5). Korbannya nasabah bank Khodir dengan kerugian uang Rp 350 juta.
Kemudian kasus perampokan yang dialami Feri Kurniawan, 21, warga Kendal. Uang Rp 60 juta milik perusahaan yang disimpan di jok motor Honda Vario bernopol H 2246 SU raib saat ditinggal minum di warung kaki lima depan gereja Katedral, ujung jalan dr Sutomo Semarang Selasa (13/5). ”Masih didalami apakah mereka satu kelompok atau tidak,” tambahnya.
Dilihat dari modusnya, kuat dugaan tiga kasus itu pelakunya merupakan satu jaringan. Meski begitu, Wika mengaku enggan berspekulasi dan fokus untuk menelusuri pelaku. Kuat dugaan, pelaku merupakan kelompok luar Jawa yang kerap beraksi di lintas provinsi. ”Indikasinya kelompok luar, mereka hanya beraksi di Semarang. Sudah ada titik terang, tinggal menunggu waktu,” imbuhnya. (fth/ton/ce1)