Dua Pebulutangkis Didiskualifikasi

193

SALATIGA—Kualitas penyelenggaraan Djarum Foundation Kejuaraan Kota (Kejurkot) Bulu Tangkis Wali Kota Salatiga Cup kali ini semakin matang. Salah satunya saat panitia dengan tegas mendiskualifikasi dua pemain lantaran mereka terbukti bukan pemain binaan klub lokal Salatiga dalam pertandingan di GOR Rajawali Salatiga, kemarin (31/5).
Dua pemain itu turun di kelompok usia dini madya dan utama, serta satu pemain lagi turun di kelompok anak putra utama. Langkah diskualifikasi ini disebabkan atas protes yang dilancarkan para orang tua lantaran mengetahui bahwa pemain yang bersangkutan belum dikenal di Salatiga.
“Keputusan mendiskualifikasi sudah dibicarakan matang panitia, dan pengurus PBSI Salatiga. Hal ini untuk menjaga iklim pembinaan bulu tangkis di kota sejuk ini agar bergeliat,” terang Koordinator pertandingan kejurkot, Joko Susilo.
Dijelaskan dia, memang sudah diatur dalam peraturan PBSI Salatiga, para pemain yang tampil di kejurkot ini sebelumnya sudah terdaftar sebagai pemain Salatiga. “Namun dalam kasus kali ini terselip dua pemain yang berasal dari luar daerah dan sebelumnya belum dikenal di kalangan bulu tangkis di Salatiga,” katanya.
Menurut Joko, kasus yang dialami dua pemain itu menjadi pelajaran ke depan supaya tidak terulang lagi. Pasalnya, dengan kasus itu klub lain yang membina atlet lokal yang merasa dirugikan sehingga mengancam menarik seluruh pemain yang sudah didaftarkan jika tidak ada tindakan tegas. 
“Akhirnya setelah didiskualifikasi pemain yang melanggar itu, seluruh pertandingan normal seperti biasa. Kami berharap kasus itu tidak mengganggu keseluruhan kualitas pertandingan. Kami bersyukur hingga pertandingan delapan besar di setiap kelompok tetap berlangsung seru,” tuturnya. 
Hingga semalam, pertandingan memasuki babak perempat final dan akan selesai sampai final di semua kelompok usia. Pertandingan semi final dan final yang dilangsungkan Sabtu (31/5) menarik antuasias banyak pihak, utamanya penggemar bulutangkis.
Keseluruhan pertandingan berlangsung seru dan menarik di setiap kelompok. Kejuaraan dibuka ketua KONI Salatiga Dance Iskhak Palit yang dihadiri pula anggota DPRD Salatiga Suniprat dan perwakilan dari Pemkot Salatiga. Kejuaraan diikuti 270 peserta dari berbagai klub bulu tangkis dan sekolah di Salatiga. 
Selain mempertandingkan kelompok usia dini, juga mempertandingkan dewasa dan veteran. Kelompok dewasa cukup diminati peserta terbukti 32 pemain berpartisipasi. Di kelompok ini, pebulu tangkis PDAM dan Damatex mendominasi ke babak delapan besar. Mereka adalah Alpin Andika, Joko Septian (PDAM), tatar Eko (Damatex, dan Dedy (Rajawali). 
     Sedangkan nomor baru yang dibuka yaitu veteran putri. Di kelompok ini peserta didominasi dari instansi seperti RS Paru dan Damatex. Total 12 peserta mengikuti kelompok veteran putri ini. Kelompok veteran mempertandingkan usia di atas 40 tahun.(sas/ric)