BLH Buru Pengangkut Limbah

278

KLATEN–Kasus pembuangan limbah padat sisa pengolahan batubara mendapat perhatian serius dari Badan Lingkungan Hidup (BLH). Saat ini truk pengangkut limbah yang dibuang di lahan kosong di Dusun Bakalan, Desa Ceper, Kecamatan Ceper sedang diburu. BLH rencananya juga akan mengirim surat ke Kementerian Lingkungan Hidup.
Kabid Amdal dan Pengembangan Kapasitas Lingkungan BLH Klaten Anwar Shodiq mengatakan, surat yang akan dikirim ke Kementerian Lingkungan Hidup sedang disiapkan. Dalam surat tersebut pihaknya akan melaporkan perusahaan jasa angkutan yang mengangkut limbah padat batubara.
“Kami berharap agar ada sanksi yang diberikan kepada perusahaan tersebut. Dengan demikian, ini menjadi peringatan agar ke depan agar tidak sembarangan membuang limbah bahan berbahaya dan beracun (B3),” ujarnya.
Dia menyayangkan pembuangan limbah B3 yang sering terjadi di wilayah Klaten. Apalagi pada kasus di Desa Ceper ternyata limbah dibuang di lokasi yang dekat dengan pemukiman warga. Akibatnya, limbah B3 ini langsung berdampak pada masyarakat sekitar.
Keberadaan limbah yang sudah terlanjur diratakan di lahan kosong agar diambil kembali. Karena jika dibiarkan berada di dalam lahan dikhawatirkan akan berdampak ada pencemaran lingkungan dikemudian hari.
“Mungkin satu sampai dua tahun belum dapat dirasakan. Tapi bisa saja dampak yang diakibatkan baru terasa beberapa tahun kemudian. Maka selain mencari dimana perusahaan jasa angkutan, kami meminta agar limbah yang sudah dijadikan uruk agar diambil,” tambahnya.
Anwar belum dapat memastikan darimana limbah B3 tersebut berasal. Namun dari informasi yang beredar di masyarakat, limbah B3 berasal dari perusahaan di daerah Palur, Karanganyar. Pihaknya masih akan mencari tahu kepastian asal limbah dari perusahaan jasa angkutan.
“Untuk pemilik lahan mungkin tidak mengetahui kalau uruk yang digunakan untuk meratakan lahan merupakan limbah. Yang mengetahui seharusnya pemilik usaha jasa angkutan, karena secara teknis perusahaan ini yang mengambil uruk dan dikirim ke Ceper,” imbuhnya.
Jika terus dibiarkan, limbah B3 dapat membawa dampak negatif pada lingkungan. Misalnya pencemaran tanah, sumber air tanah yang ada di sumur warga. Pihaknya akan serius menindaklanjuti temuan B3 yang ada di Ceper.
Sebelumnya, Staf Trantib Kecamatan Ceper mendapat laporan dari masyarakat di lahan kosong yang akan digunakan tempat parkir truk terdapat tumpukan limbah B3 dari batubara. Setelah dicek ternyata limbah tersebut sudah diratakan. (oh/bun/ida)