Warga Keluhkan Debu Jalan Pantura

177

KENDAL—Pengguna jalan yang melintas di jalur pantura—tepatnya di Brangsong, Kendal—mengeluhkan debu tebal akibat perbaikan jalan rusak.
Tebalnya debu tersebut, dianggap mengganggu. Utamanya, pengendara roda dua. Yang terjadi, jarak pandang menjadi terbatas. Kondisi seperti ini dikhawatirkan menimbulkan kecelakaan.
Pantauan koran ini, debu tebal menyebar tepat di depan Pasar Cangkring dan Desa Kebonadem, Brangsong. Selain mengganggu pemotor, juga mengganggu pernafasan.
Mahmudi, 40, warga Kebonadem menuturkan, debu tebal sudah berlangsung selama satu pekan, saat awal perbaikan jalan. “Warga harus mengunci rumahnya rapat-rapat, agar tidak kemasukan debu,” ucapnya, kemarin.
Menurut warga, seharusnya pelaksana proyek menyiram jalan yang diuruk, untuk mengurangi debu. “Paling tidak, satu jam sekali disiram agar debunya tidak banyak. Sebab, sekarang ini musim kemarau. Jadi, mudah sekali debu beterbangan.” Saking banyaknya debu, warga terpaksa harus sering-sering menyapu lantai rumah.
Umar Ma’ruf, 34, warga lain menambahkan, pengurukan jalan menggunakan pasir dan batu yang dipadatkan, membuat pengendara motor harus hati-hati. Sebab, jalan menjadi terjal akibat batu kerikil.
Sarwoto, salah satu pedagang di Pasar Cangkring mengaku, banyaknya debu, membuat dagangannya tidak laku. Sebab, makanan yang dijualnya jadi mudah bercampur debu. Ia berharap perbaikan secepatnya selesai. (bud/isk)