Buruh Dukung Prabowo

218

BERGAS — Sejumlah organisasi buruh di Jawa Tengah yang tergabung dalam Perwakilan Daerah Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Jawa Tengah, Kamis (22/5) siang, mendeklarasikan diri bagi pemenangan capres Prabowo Subianto-Hatta.
Bertempat di Taman Indahsari Jalan Soekarno-Hatta Bergas, KSPI juga mendeklarasikan Rumah Indonesia sebagai wadah berkumpulnya para buruh yang mendukung Prabowo sebagai capres.
Ketua KSPI Jateng, Dono Rahardjo, mengatakan, hanya Prabowo, capres yang berani menandatangani kontrak politik berisi 10 butir tuntutan buruh pada saat puncak peringatan May Day di Jakarta. Sedangkan capres lain, menghindari kontrak politik. Salah satu tuntutan buruh, kenaikan upah dan penghapusan model outsourcing.
”Hanya Prabowo satu-satunya capres yang menerima tuntutan buruh. Kalau (Prabowo) nanti saat terpilih ingkar janji, kita akan tagih bersama-sama. Kita akan kepung Istana. Selain itu, kita punya catatan untuk tahun-tahun berikutnya,” tutur Dono, usai deklarasi.
Selain KSPI, lanjut Dono, dukungan untuk Prabowo juga dilakukan bersama organisasi buruh lainnya. Antara lain, FSPMI, ASPEK Indonesia, FSP KEP, FARKES Ref, PPMI, ISI, SP Migran, PRT, buruh pelabuhan, Serikat Pedagang Pasar, HKTI, Seniman Rakyat, SNI, Organisasi Guru dan Pegawai Honorer, Persatuan Orang Mini, dan Forum Ibu Rumah Tangga.
”Kami tergabung dalam Rumah Indonesia dan siap mendukung untuk pemenangan Prabowo-Hatta sebagai presiden RI. Buruh selayaknya tidak berpolitik praktis. Kekuatan kita besar. Kalau tidak bisa masuk ke sistem, kita masih bisa melakukannya dengan mendorong capres yang berpihak kepada buruh,” kata Dono.
Dono mengklaim, KSPI bakal menjaring sekitar 500 ribu suara untuk memenangkan Prabowo. Sebab, di Jawa Tengah jumlah buruh mencapai ribuan. Termasuk, keluarga masing-masing buruh yang dinilai sangat militan.
Majelis Nasional KSPI, Iswan Abdullah, mengatakan, gerakan yang dilakukan KSPI adalah sebuah gerakan untuk pembangunan sebagai bukti cinta kepada negara. Untuk itu, Iswan yang juga menjabat Dewan Pengupahan Nasional, berjanji akan memperjuangkan nasib buruh di Indonesia. (tyo/isk/ce1)