Bangga Jadi Sespri

143

BRIPKA Pangestika Kinanda tak menyangka bisa menjadi staf sekretaris pribadi (sespri) Kapolda Jateng Irjen Pol Nur Ali. Meski baru tiga bulan, ia mengaku sangat bangga dan banyak mendapatkan pengalaman baik susah maupun senang.
“Yang jelas saya bangga dan senang. Karena tidak semua orang bisa menjadi staf sespri Pak Kapolda,” katanya kepada Radar Semarang.
Dara kelahiran Semarang 21 tahun lalu ini mengaku, awalnya ia tidak memiliki keinginan untuk menjadi seorang Polwan. Alasannya sederhana, sosok polisi selalu identik dengan seram dan menakutkan. “Dulu saya paling takut sama polisi,” akunya sambil tersenyum.
Tapi, pandangan itu mulai berubah berkat kerja keras sang ibu. Orangtuanya selalu mendorong dan terus menceritakan jika Polri itu merupakan sosok yang baik. Mengabdikan hidup demi masyarakat, dan berjuang tanpa pamrih.
“Dari situ saya akhirnya mendaftar dan diterima menjadi anggota Polri 2012 lalu. Ibu yang selalu memberikan motivasi,” imbuh warga Perumahan Pandana Merdeka, Ngaliyan ini.
Kinan –sapaan akrabnya– mengaku pengalaman pertama menjadi Polwan cukup berat. Sebab, ia kali pertama berdinas di Sabhara Polrestabes Semarang.
“Hampir setiap waktu dinas nonstop, apalagi jika ikut patroli malam. Saya sampai pernah menangis, karena pulang sendirian sampai pukul 03.00. Itu tidak akan pernah terlupakan,” kenangnya.
Putri pasangan Santoso dan Juyatmi ini sekarang semakin mencintai profesinya sebagai Polwan. Ia bisa terjun langsung ke masyarakat, semakin dewasa, dan memiliki banyak teman dan pengalaman. Ia berharap bisa terus mengabdikan hidup untuk masyarakat.
“Tanggungjawabnya memang besar, tapi tetap harus dijalankan dengan maksimal. Paling sekarang mengurangi jadwal traveling,” katanya. (fth/aro)