Nonton Bareng di Cafe Serasa di Stadion

427

Komunitas Suporter Barcelona, IndoBarca Chapter Semarang

Berawal dari sebuah klub futsal lokal yang sering bermain bersama di GOR Jatidiri, para penggemar klub sepakbola Barcelona berkumpul. Fans Barcelona sepakat membentuk komunitas IndoBarca Chapter Semarang. Seperti apa?

SAAT itu, di awal tahun 2010 hanya beberapa orang saja pecinta berat sebuah klub sepakbola negeri Catalans tersebut yang sering kumpul bareng untuk bermain futsal. Hingga akhirnya diberilah nama komunitas klub futsal tersebut ‘Barcelonistas Futsal Semarang’, yang berarti pendukung Barcelona.
“Penambahan nama Futsal Semarang karena dulu komunitas ini lebih konsen ke bidang futsal saja, saat itu pengggaasnya adalah saya, Affan Hudaya, Agus Patto, Ridho, Ariawan, Bondan, Ando, Nanda, dan lainnya,” tutur Redondo Asprilla Nugroho, divisi event IndoBarca Semarang.
Seiring perkembangan waktu, jumlah fans Barcelona yang bergabung dalam komunitas ini juga semakin banyak. Kebanyakan mendapat informasi dari mulut ke mulut. Mereka berkumpul untuk sekadar bermain futsal di GOR Futsal Jatidiri atau mengadakan nonton bareng pertandingan Barcelona terutama pertandingan big match. “Seiring bertambahnya anggota, pada petengahan 2010 kita berinisiatif untuk membenahi kepengurusan dari komunitas ini agar lebih terstruktur dan berjalan baik ke depannya,” tambahnya.
Mereka selanjutnya menghubungi pengurus pusat IndoBarca di Jakarta (Komunitas resmi fans Barcelona di Indonesia). Gayung bersambut, IndoBarca pun mendukung penuh keberadaan komunitas ini di Semarang. “Intinya mereka siap membantu promo event kegiatan komunitas ini setiap minggunya,” tuturnya.
Pada 29 November 2010, bertepatan Barcelona merayakan ulang tahunnya ke-111 dan saat memenangi laga el clasico melawan Real Madrid dengan skor 5-0, diresmikanlah komunitas fans Barcelona di Semarang yakni IndoBarca Chapter Semarang. Kala itu diubahlah nama komunitas untuk menyamakan komunitas resmi Barcelona yang sudah ada seperti di Jakarta, ‘Barcelona Futsal Semarang’ menjadi ‘Indobarca Chapter Semarang’.
“Sejak diresmikan, kegiatan kami bertambah banyak. Selain futsal, nonton bareng, kopi darat, gathering dan ada juga bakti sosial. Biasanya kami adakan saat bulan puasa, yang juga bertepatan liburnya musim La Liga Spanyol,” tambah Redondo. Menurutnya, selain mengikuti aturan dari IndoBarca, pihaknya semakin rajin dalam menjaring member baru.
Promosi pun dilakukan secara gencar guna mengumpulkan para pecinta Barca di Semarang. Seperti menempelkan poster di kampus-kampus Semarang seperti Undip, Unnes, Udinus, Untag, dll. Pengaktifan akun FB, grup Fb, serta Twitter.
Anggota komunitas pun bertambah, yang semula hanya belasan, dalam kurun waktu dua bulan sudah bertambah menjadi 80 orang. Itu pun anggota yang telah terdata sebab masih banyak lagi anggota yang belum terdata oleh secara resmi. “Cukup mendaftar dengan biaya Rp 50 ribu, member akan mendapatkan kartu identitas dan kartu debet berlambang komunitas Barcelona dari salah satu bank swasta di Indonesia,” katanya.
Dana tersebut langsung masuk ke rekening bank sebesar Rp 25 ribu dan sisanya Rp 25 ribu merupakan iuran tetap anggota sebagai dana kas yang digunakan untuk setiap ada kegiatan internal dan eksternal.
Menganut filosofi tim Barcelona ‘Mes Que Un Club’ yang diartikan ‘Lebih dari sekedar klub’, IndoBarca Chapter Semarang juga menganut filosofi ‘Mes Una de Comunitat’ yakni ‘Lebih dari sekedar komunitas’, “Artinya kami mau komunitas yang kami bentuk ini bisa membentuk tali persaudaraan yang terjalin ke depannya, tidak selamanya masalah yang kami bicarakan seputar Barca saja, melainkan melebar ke permasalahna lain. Kami ingin hubungan kami tidak hanya seperti antaranggota maupun pengurus IndoBarca saja, tetapi bisa menjadi seperti saudara sendiri,” tegas Redondo.
Menurutnya, dalam komunitas telah dipupuk rasa saling bersaudara dan saling menghormati. Kekompakan yang ada saat membuat event nonton bareng meski waktunya tengah malam tetap dilaksanakan dengan senang hati oleh sesama anggota. “Jam Nobar Liga Spanyol itu berbeda dengan jam bertandingnya Liga Italia dan Inggris yang masih jam terjangkau, La Liga selalu tengah malam namun dengan semangat kecintaan kami pada Barca, toh teman-teman ramai datang juga padahal mereka ada yang besok harus bekerja dan datang dari seluruh penjuru Semarang,” jelasnya.
Maka, tatkala bertemu, berkumpul dan saling bersahutan yel-yel mars Barca, segala rasa kantuk, capek hilang seketika. “Kami nobar di kafe atau hotel, serasa menonton di stadion, nuansa yang penuh kebersamaan dan terpuaskan meski kita kadang juga tak selamanya harus menang dalam tiap laga, tapi tak masalah,” cetusnya.
Dan yang membuat mereka bangga adalah, sejak Februari 2014 secara resmi komunitas IndoBarca di Indonesia sudah diakui secara resmi oleh klub Barcelona langsung. “Kami adalah komunitas yang pertama di Asia Tenggara dan pertama juga di Indonesia yang diakui secara resmi oleh Barcelona langsung,” tuturnya dengan bangga. Saat ini anggota IndoBarca Chapter Semarang mempunyai anggota resmi sebanyak 300-an dengan berbagai latar pendidikan dan latar sosial yang berbeda. (aam/jpnn/ric)