Ungkap Jaringan Penggelap Mobil Rental

303

PEKALONGAN—Polresta Pekalongan, Senin (12/5) siang kemarin, berhasil mengungkap sindikat penggelapan mobil rental, antar-provinsi. Pelakunya ditangkap di Jalan Hayam Wuruk, Kota Pekalongan.
Petugas Satuan Reskrim dan Satlantas Polresta Pekalongan mengamankan 3 unit mobil terbaru sebagai barang bukri.
Terungkapnya sindikat penggelapan mobil antar-provinsi, bermula ketika dr Aulia Yudha Prawira, 32, , kehilangan Avanza B 1809 GFD, pada Sabtu (10/5) lalu, yang disewa oleh orang lain. Ia lantas melapor ke Polsek Tangerang. Dokter Aulia merupakan warga Jalan Al Qard V, Perumahan Islami, Kota Tangerang.
Berdasarkan informasi, Avanza B 1809 GFD yang di dalamnya terpasang GPS, berada di daerah Pemalang hingga Kota Pekalongan.
Nah, saat melintas di Jalan Hayam Wuruk, Kota Pekalongan, mobil dihentikan oleh petugas Satuan Reskrim dan Satlantas. Ketika itu, mobil korban dikemudikan Solahudin, 34, warga Pebauran RT 04 RW 01, Pulosari, Kecamatan/Kota Tangerang.
Hasil pengembangan pemeriksaan, ternyata ada 3 mobil yang disembunyikan olehnya di Kabupaten Pemalang. Yaitu, 2 Avanza dan 1 Freed.
Mobil-mobil itu dicuri dari Tangerang, Bandung, dan Kabupaten Pekalongan. Rencananya, 3 mobil curian tersebut akan dijual kepada seorang penadah di Pemalang, seharga Rp 20 hingga Rp 30 juta per unit.
Saat diperiksa penyidik, Solahudin mengakui, aksi yang dilakukannya, merupakan jaringan antar-kota. Modusnya, menggelapkan mobil rental dan menjualnya kepada seorang penadah. Kata pelaku, aksinya kali ini yang kedelapan, dalam 3 bulan terakhir. “Saya bawa 3 unit mobil. Yang lain, dibawa teman,” ungkap Solahudin.
Pelaku mengungkap modus yang dilakukan. Yaitu, memanfaatkan warga setempat yang bekerja sebagai sopir lepas. KTP si sopir dipinjam pelaku untuk menyewa mobil rental, sekaligus dipekerjakan sebagai sopir untuk menjual mobil rental yang disewa.
”Dalam sebulan, kami bisa menjual 3 unit mobil rental, seharga Rp 20 sampai Rp 30 juta di Pemalang,” kata Solahudin.
Kurniawan, 48, warga Perumahan Pisma, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, kehilangan mobilnya Freed pada Februari lalu. Ia kaget ketika Freed miliknya, ditemukan di Jakarta.
Menurut dia, mobil tersebut dicuri orang ketika dicuci di Matrik Jalan Urip Sumoharjo. ”Saya senang mobil saya yang hilang, kembali lagi,” kata Kurniawan, saat menerima kunci kontak Honda Freed-nya dari Kepala Polresta Pekalongan, AKBP Rifki.
Kepala Polresta Pekalongan AKBP Rifki mengatakan, terungkapnya sindikat penggelapan mobil rental antar-provinsi terungkap berkat laporan warga. Menurut Rifki, informasi dari masyarakat sangtat membantu untuk mengungkap sebuah kejahatan. ”Pelaku kita kenakan pasal penggelapan, dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.” (thd/isk)