Nasib PKL Mugas Belum Jelas

232

BALAI KOTA – Nasib pedagang kaki lima (PKL) di kompleks GOR Tri Lomba Juang Mugas, Kecamatan Semarang Selatan masih belum jelas. Dinas Pasar Kota Semarang belum memiliki tempat alternatif untuk memindah puluhan pedagang dan jasa tambal ban di area tersebut. Dinas Pasar menyerahkan sepenuhnya rencana relokasi kepada pihak kecamatan.
“Lokasi untuk tempat pindah para PKL belum ditentukan. Kami saat ini memang masih membahas bersama dengan kecamatan setempat,” ujar Kepala Dinas Pasar Kota Semarang Trijoto Sardjoko, Rabu (7/5).
Menurutnya penentuan lokasi pindahan atau relokasi bukan persoalan yang mudah. Pihaknya ingin memberi para PKL tempat yang layak dan memadai. Penentuan lokasi ini akan diusulkan oleh kecamatan yang melakukan survei di lapangan. Namun, diakui saat ini belum juga dipastikan di mana tempatnya. “Tempat pindah para PKL itu masih kami bicarakan, kami harap juga bisa secepatnya,” katanya.
Sementara itu, Camat Semarang Selatan Sutrisno justru melemparkan masalah relokasi PKL ke Dinas Pasar. Sejauh ini memang sudah ada rapat kerja bersama, dan hasilnya beberapa titik dalam kajian untuk menjadi tempat relokasi. Namun titik-titik itu belum bisa diungkapkan karena baru dalam perencanaan. “Kami hanya pemangku wilayah, yang nanti akan menawarkan titik-titik lokasi yang memungkinkan untuk dijadikan tempat relokasi kepada Dinas Pasar,” terangnya.
Para penghuni kios GOR Tri Lomba Juang sebelumnya merasa resah. Karena kios-kios mereka akan diratakan dengan tanah guna realisasi proses renovasi tahap II tersebut. Pemilik warung mi ayam, Margiati, 42, warga Mugas yang sudah 14 tahun berdagang di depan gerbang Tri Lomba Juang, mengaku khawatir, karena pembongkaran gedung sudah mulai dilakukan. Namun belum ada keterangan dari pemkot soal relokasi. Ia waswas jika keberadaannya nanti malah diusir karena dianggap mengganggu proses pembangunan. “Saya tahu Tri Lomba Juang bakal dibangun, tapi para pedagang kaki lima seperti kami belum ada sosialisasi yang pasti akan dipindahkan atau tidak,” katanya.
Kepala Unit Pelaksanaan Teknis Dinas (UPTD) Gelanggang Pemuda dan Olahraga Dinsospora Kota Semarang, Nur Syamsi juga menyatakan, sampai saat ini belum ada koordinasi dengan pedagang yang menempati lahan depan GOR Mugas. “Masalah relokasi pedagang memang belum pernah dibicarakan bersama pedagang. Karena memang belum ada kejelasan tempat relokasi, jadi kami belum bisa sosialisasikan kepada pedagang. Nanti setelah jelas tempat relokasinya, baru kami sosialisasikan kepada pedagang,” katanya.
Disinggung mengenai proses pembangunan fisik tahap II, Nur Syamsi menyatakan sampai saat ini masih dalam proses lelang. Ditargetkan proses lelang selesai akhir bulan Mei, sehingga awal Juni bisa dikerjakan. “Proses pengerjaan fisik ini sesuai jadwal memakan waktu enam bulan. Tapi memang belum bisa selesai 100 persen, anggaran tahun ini hanya untuk menyelesaikan 80 persen saja. Nanti sisanya akan dianggarkan di 2015,” tandasnya. (zal/ton)