Terjunkan 2.494 Guru Pengawas

222

KALIWIRU — Hari ini, sebanyak 22.958 siswa SMP dan sederajat di Kota Semarang akan mengikuti ujian nasional (unas) hari pertama dengan mata uji Bahasa Indonesia. Diharapkan dalam pelaksanaan unas SMP tahun ini lebih baik dari unas SMA yang telah digelar sebelumnya. Siswa diimbau untuk tidak terpengaruh dengan adanya isu bocoran soal maupun kunci jawaban. Para siswa diminta jujur dan percaya diri (PD) dalam mengerjakan soal-soal ujian.
Berdasarkan daftar nominasi tetap (DNT) peserta unas SMP dan sederajat di Kota Semarang, tercatat 20.087 peserta merupakan siswa SMP, 2.488 siswa MTs, 11 siswa SMPLB, serta 372 peserta dari pendidikan nonformal Kejar Paket B. Sementara jumlah naskah soal yang diterima Dinas Pendidikan Kota Semarang dan telah didistribusikan ke 9 subrayon sebanyak 342 dus. Sebanyak 311 dus di antaranya untuk SMP/MTs, 3 dus untuk SMPLB, serta 28 dus untuk Kejar Paket B.
”Sejauh ini untuk pelaksanaan unas SMP lancar, tidak mengalami kendala. Mulai dari tingkat pendataan, verifikasi, jumlah naskah soal, hingga pendistribusian ke subrayon,” terang Ketua Panitia Pelaksana Unas SMP Kota Semarang, Sutarto, kepada Radar Semarang, kemarin (4/5).
Menurut Sutarto, materi soal SMP/MTs dengan pendidikan nonformal seperti SMPLB dan Paket B, memiliki tingkat kesulitan yang brbeda. Bobot soal lebih berat pendidikan formal. Namun hal tersebut dianggap setara. ”Pasti dibedakan, tapi tingkat kesulitannya mendekati setara,” katanya.
Sementara untuk mengawasi dan mencegah adanya kecurangan,  lanjut Sutarto, pihaknya menerjunkan 2.494 guru pengawas yang bertugas mengawasi pelaksanaan unas di 1.247 ruang ujian. Unas kali ini, kata dia, masih menggunakan sistem pengawasan silang antarsekolah dan madrasah. Itu artinya guru tidak akan mengawasi di sekolah asalnya, namun bertugas di sekolah lain.
“Jumlah pengawas disesuaikan dengan jumlah ruangan ujian. Setiap ruang ujian diawasi 2 guru dari sekolah lain. Untuk guru yang mapelnya sedang diujikan, pada hari itu tidak akan melakukan pengawasan,” jelasnya.
Khusus untuk ujian Kejar Paket B, pengawasan ruangan adalah guru dari sekolah yang ditunjuk sebagai tempat penyelenggara, yakni SD Candisari 01, 02, dan SD Jomblang 01. Tercatat, ada 21 ruang ujian dan 42 pengawas yang dibutuhkan untuk pelaksanaan ujian kesetaraan tersebut.
Sutarto menambahkan, dalam unas SMP tidak ada keterlibatan dari perguruan tinggi. Sehingga pengawasan di tingkat sekolah akan dilakukan  oleh Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP). Sedangkan keamanan soal ujian dari Disdik sampai subrayon dibantu oleh pihak kepolisian. “Pengawasan dan distribusi soal dilakukan oleh pengawas silang. Nantinya ada dua orang pengawas silang yang akan tinggal di subrayon dan mendampingi sekolah  saat mengambil sampai membawanya naskah soal ke sekolah,” jelasnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Bunyamin memastikan semua naskah soal telah didistribusikan ke subrayon. Berdasar verifikasi terakhir jumlah naskah dalam dus sudah sesuai dengan peserta unas. Pihaknya juga meminta petugas sekolah mengambil naskah soal di subrayon pukul 06.00 hari ini, sehingga pukul 06.30 dipastikan semua soal sudah sampai ke masing-masing sekolah.
”Kami minta petugas yang di subrayon dan sekolah saling koordinasi. Jika mendekati jam pelaksanaan unas ada sekolah yang belum mengambil naskah soal di subrayon, petugas harus kooperatif menghubungi petugas yang ada di sekolah. Kalau memang ada halangan bisa diantarkan,” ujarnya.
Disinggung mengenai munculnya kembali nama Jokowi dalam konten soal unas Bahasa Indonesia seperti yang terjadi di daerah lain, Bunyamin belum bisa memastikan. Karena pendistribusian naskah soal dari percetakan sampai ke sekolah, posisinya tersegel. ”Sampai sekarang kita belum bisa tentukan apakah ada konten (Jokowi) dalam soal Bahasa Indonesia seperti yang ada di SMA. Kita lihat saja besok (hari ini, Red),” terangnya.
Jika memang ditemukan kembali konten yang mengandung biografi Gubernur DKI Jakarta itu, Disdik akan berkoordinasi lebih lanjut kepada pusat. ”Juknis (petunjuk) teknis unas ditempuh dari daerah satu dengan daerah lain itu sama. Kita tunggu saja seperti apa kontennya. Kalau memang ditemukan, kita menunggu panduan dari nasional, termasuk menentukan langkah yang akan ditempuh,” kata Bunyamin.
Bunyamin juga mengimbau kepada seluruh peserta unas agar menyiapkan mental dan materi dengan baik. Jangan percaya pada isu bocoran kunci jawaban. ”Kalau siswa belajar dengan baik, Insya Allah tidak sulit mengerjakan unas, yakinlah lulus,” imbaunya.
Seperti diketahui, hari pertama unas Senin ini dengan mata uji Bahasa Indonesia, hari kedua Bahasa Inggris, hari ketiga Matematika, serta hari terakhir mata uji IPA. (zal/den/aro/ce1)