Jarak Pandang Minim, Polisi Siaga Jalur

202

MAGELANG—Sejumlah ruas jalan di Kota dan Kabupaten Magelang dipenuhi abu vulkanik letusan Gunung Kelud Jawa Timur, Jumat (14/2) kemarin. Jarak pandang menjadi minim bahkan di beberapa titik hanya berkisar 3-4 meter saja.
Hal ini membuat para pengguna jalan harus ekstra hati-hati. Sebab jalan berdebu juga licin karena ada sebagian yang tersiram air hujan.
Bahkan, karena jalan licin, sempat terjadi kecelakaan lalu lintas akibat pengendara tergelincir. Menurut informasi warga ada satu pengendara motor tewas setelah terjatuh di kawasan Pasar Japunan Mertoyudan. ”Tadi ada beberapa pengendara motor yang jatuh karena jalannya sangat licin,” kata Jumali, warga Mertoyudan. Di atas jalan raya, ketebalan abu vulkanik bervariasi. Antara 3-5 centimeter.
Di wilayah Sawitan, Kecamatan Mungkid kondisi jalan juga cukup membahayakan. Bahkan di dekat SMA 1 Mungkid jarak pandang hanya berkisar 3-4 meter saja akibat abu yang pekat. ”Terutama saat tadi pas masih ada guyuran abu,” kata Rohmadi, warga Deyangan Kecamatan Mungkid, kemarin.
Jalur utama Magelang-Jogjakarta pun demikian. Abu yang beterbangan membuat polisi harus kerja ekstra keras memantau arus lalu lintas.
”Kita siaga penuh di jalur utama ini. Karena di sini jarak pandang 10-15 meter,” kata Kapolres Magelang AKBP Murbani Budi Pitono melalui Kasatlantas AKP Jamal Alam, kemarin.
Selain memantau arus lalu lintas, pihaknya juga memberikan imbauan kepada kendaraan untuk menyalakan lampu. ”Baik mobil atau motor harus nyalakan lampu,” ungkap dia.
Pengguna jalan juga diimbau untuk mengurangi kecepatan kendaraan. Karena ada beberapa jalur yang licin akibat abu vulkanik yang basah. Jamal mengatakan pihaknya juga berkesempatan menggelar kegiatan bagi-bagi masker kepada pengendara sepeda motor. Pembagian ini dipusatkan di kawasan Armada Town Square dengan melibatkan belasan anggotanya. (vie/lis)