Sudah 26 Warga Terjangkit, 10 Kecamatan Endemis

262

Awal Tahun Waspadai Penyakit Demam Berdarah Dengue

Awal tahun 2014 ini ancaman penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Magelang patut diwaspadai. Bagaimana tidak, sejauh ini sudah ada 26 warga yang terjangkit penyakit akibat gigitan nyamuk ini.

Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan Penyakit Menular (P2M) Dinkes Kabupaten Magelang, Darsiwan, mengatakan dari 26 kasus, delapan orang di antaranya harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Beruntung, semua korban masih bisa diselamatkan.
Dari kasus ini, kata dia, jumlah terbesar ada di Muntilan. ”Ada 16 kasus berada di Kecamatan Muntilan. Sementara, 10 kasus lainnya berada di wilayah Kecamatan Mertoyudan dan Mungkid,” kata dia.
Tiga wilayah kecamatan tersebut, menurut Darsiwan merupakan wilayah endemis DBD. Pihaknya memetakan ada sekitar sepuluh kecamatan yang merupakan daerah endemis DBD, seperti Secang, Mungkid, Bandongan, Mertoyudan, Borobudur, Muntilan, Salam, Sawangan, Dukun, dan Kota Mungkid. Menurutnya, DBD cukup banyak diidap oleh warga yang utamanya berada di wilayah dekat dengan perkotaan.
“Wilayah tersebut berada di jalur jalan raya dan perkotaan, yang rentan terhadap DBD,” ujarnya. Sebagai langkah awal, kata dia, fogging (pengasapan) sudah dilakukan di wilayah Muntilan, yakni di Desa Tamanagung dan Sriwedari. Dia juga mengatakan, pengasapan akan terus dilakukan untuk membasmi jentik-jentik nyamuk aedes aegypti.
“Kami sepanjang tahun ini juga lebih banyak melakukan fogging di daerah endemis,” paparnya.
Untuk tahun ini, pihaknya sudah merencanakan akan melakukan fogging sebanyak 70 kali, agar kasus ini dapat dicegah. Selain faktor wilayah, kata dia, DBD juga dipengaruhi oleh pergantian musim dan juga pola kebersihan masyarakat. Ia menyebut, banyaknya genangan di lingkungan perumahan, bisa memicu terjadinya penyakit ini. Sebab, nyamuk aedes aegypti akan lebih mudah berkembang biak di wilayah tersebut.
Pihaknya juga terus berupaya menyosialisasikan beberapa langkah pencegahan seperti, gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan 3 M (mengubur, menguras dan menutup).
Termasuk meningkatkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) di masyarakat. “Kami juga meminta masyarakat untuk segera melakukan kerja bakti dan bersih-bersih lingkungan untuk menghilangkan tempat bertelur nyamuk,” paparnya.
Kepala Desa Tamanagung Keca­matan Muntilan, Widarto mengatakan, fogging sudah dilakukan oleh dinkes di wilayahnya. Hal itu dilakukan sebagai pencegahan terhadap berkembangnya nyamuk yang menyebabkan DBD. (vie/lis)