Terobos Palang Pintu, Taksi Disambar KA

253

TAMBAKHARJO — Entah apa yang ada di pikiran Agus Suryo Leksono, 29, warga Purwosari Perbalan II RT 5 RW II, Semarang Utara hingga dirinya nekat menerobos palang pintu perlintasan kereta api yang sudah ditutup oleh petugas. Akibatnya pun fatal. Taksi Puri Kencana warna hitam bernopol H 1261 FG yang disopirinya pun langsung disambar kereta barang yang melintas dari arah timur (Stasiun Tawang) ke barat (Stasiun Jrakah).
Beruntung, dalam kecelakaan yang terjadi Kamis (30/1) sekitar pukul 04.00 tersebut tidak mengakibatkan korban jiwa. Agus hanya mengalami luka ringan dan dilarikan ke RSUP dr Kariadi. Sedangkan taksi yang dikemudikannya rusak parah di bagian depan dan penyok pintu belakang sebelah kiri.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, kejadian itu bermula ketika taksi yang disopiri Agus keluar dari Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang. Saat itu, Agus baru saja mengantar penumpang.
Sesampainya di perlintasan KA, Agus melihat palang pintu telah ditutup karena akan ada kereta barang jurusan Surabaya-Jakarta melintas.
Bukannya berhenti, Agus malah memilih menghindarinya dengan berbelok ke jalur berlawanan di sebelah kanan. ”Sopir taksi mau menerobos palang pintu. Tapi baru mau masuk rel, kereta barang bernomor 1517 melintas,” jelas Kapolsek Semarang Barat Kompol Yani Permana.
Akibatnya, bagian depan mobil taksi tertabrak kereta dan terpelanting. Mobil tersebut terguling membentur pulau jalan. Sementara sopir taksi langsung mendapatkan pertolongan warga sekitar dengan melarikan ke RSUP dr Kariadi.
”Mobilnya rusak parah. Sedangkan sopirnya luka ringan. Untung saja saat itu sedang tidak mengangkut penumpang,” kata Yani.
Kanit Laka Polrestabes Semarang, AKP Slamet mengatakan, saat kejadian, sopir taksi kurang waspada dan sengaja melawan arah. Sehingga benturan tidak dapat dihindarkan. Pihaknya belum mengetahui alasan mengapa Agus nekat menerobos palang pintu tersebut. ”Kami belum periksa sopirnya, masih di rumah sakit. Sopir taksi luka pada kakinya,” ujarnya.
Namun saat Radar Semarang mendatangi RSUP dr Kariadi siang kemarin, ternyata Agus sudah dibawa pulang keluarganya. ”Sopir taksi itu hanya menjalani rawat jalan,” kata seorang petugas rumah sakit.
Humas PT KAI Daop IV Semarang, Eko Budiyanto mengatakan, saat kecelakaan terjadi, palang pintu sudah dalam posisi tertutup. Sedangkan KA yang melintas tanpa membawa muatan.
Meski begitu, efeknya cukup parah karena tonase kereta yang besar. ”Palang pintu sudah ditutup. Keretanya tanpa muatan, tapi efek yang terjadi saat benturan cukup parah karena tonasenya besar,” paparnya. (hid/har/aro/ce1)