KAI Buka Kembali Jalur Semarang-Solo

247

SEMARANG – Pada 15 Februari mendatang, PT KAI akan kembali membuka rute Semarang-Solo yang sempat ditutup pada tahun 2011 lalu. PT KAI akan meluncurkan KA Kalijaga kelas ekonomi yang rencananya akan terdiri atas tujuh gerbong dengan masing-masing gerbong berkapasitas 100 penumpang.
Manajer Humas PT KAI Daop 4, Eko Budiyanto mengatakan, KA Kalijaga akan melewati rute Purwosari, Jebres, Kaliyoso, Sumberlawang, Gundi, Kedungjati dan Semarang. Kereta direncakan akan berangkat dari stasiun Purwosari Solo pada pukul 05.25 dan diestimasikan sampai Semarang pada pukul 08.00, sedangkan pemberangkatan dari Semarang belum diputuskan waktunya.
Dikatakan, tujuan dari dibukanya kembali rute tersebut selain karena memanfaatkan gerbong yang pada sorenya dimanfaatkan sebagai Kereta Api Bengawan, pihaknya optimis transportasi rakyat tersebut akan membantu masyarakat untuk kelancaran transportasi dari Solo ke Semarang. ”Bahkan, sudah banyak Pemda yang daerahnya dilewati oleh kereta tersebut, meminta agar kereta berhenti di stasiun setempat,” kata dia kepada Radar Semarang, kemarin.
Dengan tiket Rp 15 ribu, Eko mengatakan, harga tersebut jauh lebih murah daripada bus apalagi travel. Selain dilengkapi dengan AC, fasilitas lain yang bisa dinikmati para penumpang di antaranya colokan HP, toilet, dan tempat duduk yang nyaman. Dipastikan, KA Kalijaga tersebut akan lebih lancar jika dibandingkan KA sebelumnya. ”Kalau KA rute Solo-Semarang sebelumnya, yaitu KA Pandanwangi dan Banyubiru kan sering mogok, satu hari aktif, dua hari tidak jalan karena mesin rusak, jadi sering mengecewakan penumpang. Kalau KA Kalijaga ini kami pastikan tidak seperti itu,” klaimnya.
Pihaknya mengimbau kepada para penumpang untuk mengoptimalkan keberadaan KA tersebut. ”Karena kami tahu, transportasi ini sangat dinantikan oleh masyarakat, namun kami meminta kepada para penumpang untuk memanfaatkan kereta ini dengan baik, bukan lantas memunculkan banyak pengasong atau untuk mengangkut kayu,” kata dia.
Direncanakan, jika ke depannya, kereta tersebut bisa dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat, maka intensitas akan ditambah lagi. ”Untuk sementara ini PP Solo-Semarang hanya sekali dalam sehari, tapi kalau penumpang bertambah banyak, bukan tidak mungkin ke depan sehari bisa beberapa kali PP.” (ars/smu/ce1)