Kentroeng Rock ’n Roll nan Modern dan Dinamis

230

SEMARANG – Seni tradisi kerap kali kurang diminati karena dinilai tak lagi sesuai dengan perkembangan zaman. Komunitas Kentroeng Rock ’n Roll menyiasati hal ini dengan menghadirkan kesenian kentrung dalam balutan yang lebih modern dan dinamis.
Kursi penonton di area pentas Taman KB tampak penuh pada Sabtu (25/1) malam lalu. Bahkan sebagian yang tak kebagian tempat, rela berdiri. Riuh tepuk tangan serta gelak tawa juga berulang kali terdengar.
Ya, para penonton yang kebanyakan anak muda ini tengah menikmati pentas yang ditampilkan oleh Komunitas Kentroeng Rock ’n Roll. Membawakan lakon ‘Pembayun’, komunitas dari kota Surakarta ini tampil memikat.
Sama halnya dengan kentrung tradisional yang menuturkan kisah-kisah kuno. Namun komunitas ini menampilkannya lebih atraktif dengan memadukan musik khas ala Kentrung, lagu-lagu yang tengah nge-tren serta seni peran.
Tak ketinggalan banyolan serta tinggah kocak para pemain di hampir tiap penggalan cerita, yang membuat penonton betah menyaksikan pementasan yang berlangsung sekitar 1,5 jam ini. Bisa dibilang, pentas ini jauh dari kata monoton. ”Kebanyakan masyarakat mengenal kentrung sebagai alat musik, padahal bukan. Kentrung ini kesenian rakyat yang menuturkan, mendongeng berbagai kisah,” ujar Udin UKW, salah seorang anggota komunitas Kentroeng Rock ’n Roll.
Kesenian rakyat yang digarap dengan membubuhkan berbagai unsur kekinian ini diharapkan dapat menghidupkannya kembali. Tak hanya melestarikan seni kentrung sendiri, namun juga mengenalkan berbagai kisah maupun sejarah yang dimiliki oleh bangsa ini. ”Kalau anak-anak muda pada tertarik, pasti mereka juga anak mencari tahu, kentrung ini sebetulnya apa sih. Selain itu, secara tidak langsung dari cerita-cerita yang kita bawakan, mereka juga jadi tahu berbagai babad, kisah maupun sejarah yang kita miliki,” ungkapnya.
Sebelum Kentroeng Rock ’n Roll, juga dipentaskan kesenian Topeng Ireng yang dibawakan oleh kelompok Seni Perkasa Rimba dari Kabupaten Magelang, serta kesenian Kentrung dari Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus.
Kepala Seksi Kesenian Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Tengah, Suhartono mengatakan, kegiatan Pertunjukan Kesenian Rakyat Jawa Tengah 2014 ini rencananya akan rutin digelar dua kali dalam sebulan selama setahun. ”Jawa Tengah sebetulnya memiliki beragam kesenian rakyat. Ajang ini sebagai salah satu upaya menggeliatkan serta mendekatkan kesenian tersebut pada masyarakat,” ujarnya. (dna/smu/ce1)