Gempa Sebabkan Rumah Rusak

229

MUNGKID– Gempa bumi berkekuatan 6,5 skala lichter yang berpusat di perairan 104 km barat daya Kebumen, akhir pekan lalu (25/1) juga berdampak di wilayah Kabupaten Magelang. Sedikitnya tiga rumah dan satu kandang ayam rusak akibat kejadian itu.
Dua rumah rusak diketahui berada di kawasan Majaksingi Kecamatan Borobudur. Selain atap rumah berjatuhan, tembok juga retak.
Di Desa Tanggulrejo Kecamatan Tempuran, satu rumah roboh di bagian dapur. Sementara di Desa Kalisalak Kecamatan Salam ribuan ayam mati akibat kandang ambruk.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Magelang Joko Sudibyo mengatakan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Hanya saja kerugian materiil mencapai jutaan rupiah.
Suriah, salah satu korban warga Tempuran Kabupaten Magelang mengatakan saat gempa terjadi dirinya sedang berada di ruang tamu. Begitu terasa getaran, sontak semua yang ada di dalam keluar. Lalu dia mendapati rumah bagian belakang ambruk.
“Gempa memang hanya terasa kurang dari satu menit. Namun, getaran yang terasa sudah cukup menakutkan karena membuat meja, kursi, bergetar,” ujarnya.
Getaran gempa juga membuat sebagian besar warga Desa Krinjing di Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang, langsung berhamburan keluar rumah.
“Sebagian warga sempat mengira bahwa itu adalah aktivitas vulkanik Gunung Merapi yang akan kembali erupsi,” ujar Ismail, mantan petugas pos pengamatan Gunung Merapi di Babadan Kecamatan Dukun. Desa Krinjing berada di lereng Gunung Merapi.
Pascagempa, kata dia, memang sempat memicu terjadinya guguran di puncak Merapi. Namun hal itu tak berlangsung lama. “Hanya guguran saja. Tidak sampai ada aktivitas vulkanik,” katanya.
Getaran gempa juga terasa di Kota Magelang dan di Kabupaten Temanggung. Doddy, salah seorang warga Kota Magelang, mengatakan, gempa terasa sekitar 30 detik. Kendatipun demikian, karena getaran tidak terasa terlalu keras, sebagian besar warga pun menanggapinya dengan tenang dan tidak panik. (vie/lis)