Ribuan Pengungsi Dipulangkan

201

Banjir Surut, Ratusan Pilih Bertahan
KAJEN-Banjir yang melanda beberapa desa di Kabupaten Pekalongan mulai surut. Sekitar 6.500 pengungsi yang tersebar di 12 titik pengungsian, dipulangkan ke rumah masing-masing, Rabu (22/1) siang kemarin.
Sedangkan, Posko Kesehatan Wiradesa kini sudah ditutup, lantaran 1157 pengungsi dari Desa Api-Api, Tegaldowo, Karangjompo, dan Desa Sepacar, Kecamatan Tirto sudah pulang. Demikian juga dengan lokasi pengungsian di Pabrik Gula Sragi, PT Dupantex, Posko Induk Kecamatan Siwalan, sudah sepi.
Kendati begitu, masih ada ratusan pengungsi yang menolak dipulangkan, lantaran khawatir tak memiliki cukup makan minum di rumahnya. Adalah 572 pengungsi dari Desa Mulyorejo, hingga Rabu (22/1) siang kemarin, masih bertahan di lokasi pengungsian di IBC Wiradesa. Mereka menunggu kepastian pembagian sembako dan surutnya air dari ketinggian 1,5 meter.
Abdul Rozak, 43, warga RT 06 RW 04, Desa Mulyorejo, Kecamatan Tirto, mengaku tetap bertahan di lokasi pengungsian karena di rumahnya tidak ada persediaan beras dan air masih menggenangi rumahnya dengan ketinggian 40 sentimeter. Karena itulah, dirinya baru akan pulang ke rumah, setelah mendapatkan bantuan sembako untuk 3 hari dan air surut hingga 10 sentimeter. ”Sebagian besar warga pengungsi di IBC minta bantuan sembako untuk 3 hari. Kami sudah seminggu lebih tidak bekerja,” ungkap Rozak yang menjadi ketua RT di desanya.
Hal senada dikatakan Kepala Desa Mulyorejo, Mubarok. Menurutnya, dari 850-an warga Desa Mulyorejo yang mengungsi, masih ada 572 warga desanya yang masih bertahan di pengungsian IBC. ”Kami menunggu cuaca membaik 2 atau 3 hari ke depan,” kata Mubarok.
Mubarok menandaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk meminta bantuan bagi korban banjir di desanya. Rencananya, semua korban banjir akan diberi beras 5 kilogram per KK dan 10 bungkus mi instan. ”Bantuan itu akan diberikan ketika para pengungsi akan pulang ke rumahnya,” tandas Mubarok.
Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Pekalongan, Bambamg Jatmiko membenarkan bahwa dari 7000-an pengungsi, 6500-an orang sudah pulang ke rumahnya masing-masing. Hanya pengungsi di IBC saja yang masih bertahan. ”Rencananya 1 atau 2 hari ke depan, mereka sudah pulang. Karena air banjir sudah surut,” jelas Bambang.
Bambang menegaskan, BPBD akan terus memantau kondisi korban banjir. Sekaligus menyalurkan bantuan sembako bagi warga yang benar-benar membutuhkan. ”Kami berharap kepala desa selalu pro aktif melaporkan kondisi desanya, agar kami dapat menyalurkan bantuan sesuai dengan kebutuhan korban banjir,” tegas Bambang. (thd/ida)