Bocah SD Tenggelam di Kubangan Galian C

132

WONOSARI — Ini bisa menjadi pelajaran bagi orang tua agar selalu mengawasi anak-anaknya saat bermain. Jangan sampai bernasib tragis seperti yang dialami Luki Felik, 8, warga Wonosari RT 6 RW 8, Ngaliyan, Semarang.
Bocah SD itu tewas tenggelam di kubangan bekas galian C di Wonosari RT 5 RW 8, Ngaliyan, Kamis (16/1) sekitar pukul 12.00 lalu.
Informasi yang berhasil dihimpun Radar Semarang menyebutkan, nasib nahas itu bermula saat korban dan lima temannya datang ke lokasi bekas galian C untuk berenang. Kebetulan di lubang bekas galian C itu digenangi air setelah kawasan tersebut diguyur hujan.
Sejumlah warga membiarkan anak-anak itu bermain di sekitar lubang. Selama ini, lokasi itu kerap digunakan berenang anak-anak. ”Sering pada bermain di sana, jadi warga sudah tidak khawatir,” kata Haryanto, 36, warga Wonosari, Ngaliyan.
Begitu sampai lokasi, korban dan seorang temannya langsung terjun ke dalam lubang bekas galian itu. Disusul teman lainnya. Mereka tampak asyik berenang. Namun selang beberapa menit kemudian, terdengar suara teriakan dari sekitar lokasi yang mengatakan temannya tenggelam.
Mendengar itu, Haryanto dan sejumlah warga sekitar berlari ke arah suara. Saat sampai di lokasi, mereka lantas terjun dan mencari korban. ”Saat ditemukan korban masih sempat bernapas. Lalu dibawa ke RS Tugurejo. Namun di tengah jalan, nyawa korban sudah tidak tertolong,” ujarnya.
Kejadian itu langsung dilaporkan ke Polsek Ngaliyan. Tak berselang lama, sejumlah petugas Polsek Ngaliyan dan Tim Inafis Polrestabes Semarang datang ke tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil olah TKP, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.
”Dugaan kuat korban terlalu ke tengah dan tidak bisa berenang. Akhirnya tenggelam dan tewas,” kata seorang petugas Polrestabes Semarang. (fth/aro/ce1)