Berkas Pasien Harus Lengkap

232

Untuk Mengakses BPJS

MUNGKID—Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui Badan Penyelenggara Jaminan So­sial (BPJS) di Kabupaten Ma­ge­lang belum tersosialisasi dengan baik. Banyak masyarakat yang masih kesulitan memperoleh layanan ke­sehatan.
”Saya kemarin ditolak oleh rumah sakit karena tidak membawa berkas-berkas persyaratan seperti KTP dan kartu keluarga. Padahal saya belum tahu mekanismenya seperti apa,” kata Ny Suwito, 55 warga Desa Srumbung, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, kemarin.
Menurutnya, untuk mendapatkan layanan JKN seperti KTP, kartu keluarga, dan surat rujukan dari puskesmas. ”Agar dapat diperiksa dokter di poliklinik, petugas meminta saya kembali pulang ke rumah dan membawa kelengkapan persyaratan yang diminta. Padahal, saat itu saya kesakitan sekali karena baru saja terpeleset dan ada tulang kaki yang retak,” ujarnya.
Namun, agar bisa memeriksakan diri ke dokter, Ny Suwito memaksakan diri memenuhi prosedur yang diminta. Dia pun terpaksa mengeluarkan ongkos lebih untuk bolak balik naik ojek dari rumah ke rumah sakit, di mana untuk satu kali perjalanan membutuhkan ongkos Rp 20.000.
Hal serupa juga dikeluhkan oleh Aris, warga Kecamatan Muntilan. Salah seorang rekan yang dibawanya berobat di rumah sakit di Jogjakarta sempat ditolak petugas karena tidak membawa surat rujukan dari rumah sakit dari daerah asal yang bertipe sama dengan rumah sakit yang dituju.
Menyikapi hal itu, Aris pun mencoba membantu rekannya meminta surat rujukan di rumah sakit di Kota Magelang. Namun, proses meminta surat rujukan itu juga tidak berjalan mulus.
”Petugas BPJS berkomunikasi melalui telepon dengan petugas rumah sakit di Jogjakarta selama hampir satu jam, sementara teman saya sudah tersengal-sengal karena sakit jantung,” ujarnya.
Kepala Sub Bagian Rekam Medis RSUD Muntilan, Srenggono mengatakan sejak jadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) pihaknya semakin siap melayani pasien JKN.
”Kami juga sudah menambah satu bangsal lagi khusus untuk kelas 3. Yakni bangsal kemuning dengan 22 tempat tidur. Jadi untuk saat ini, total kami sudah memiliki 230 tempat tidur. Terdiri dari 144 tempat tidur untuk kelas 3. Sedang kelas 2 ada 32 tempat tidur, kelas 1 ada 25 tempat tidur dan 9 tempat tidur di ruangan VIP. Prinsip, untuk JKN ini kami sudah sediakan 85 persen tempat tidur,” sebutnya.
Namun, pihaknya mengatakan lebih mengutamakan masyarakat/pasien yang sudah memiliki persyaratan lengkap secara administrasi. Bukan berarti akan mengesampingkan pasien lainnya.
”Pada prinsipnya, kami siap melayani masyarakat semua lapisan. Kami tidak pernah menolak dan tidak pernah membeda-bedakan pasien. Semua kami layani dengan baik. Namun perlu ditegaskan, jika pasien JKN yang kami layani di RSU ini, adalah pasien rujukan dari puskesmas, dokter keluarga dan atau klinik pratama yang sudah bekerja sama dengan BPJS yang mengelola JKN,” imbuh Srenggono. (vie/lis)