Kurang Guru, Andalkan Wiyata Bhakti

243

TEMANGGUNG—Problem kekurangan guru yang terjadi di Kabupaten Temanggung membutuhkan solusi serius. Sebab, di daerah penghasil tembakau ini membutuhkan sekurang-kurangnya 600 guru yang didominasi guru Sekolah Dasar. Sejauh ini, untuk mencukupi kebutuhan tersebut, guru wiyata bhakti masih menjadi andalan.
“Kita masih banyak mengalami kekurangan PNS. Sekitar 1000 orang lagi. Jumlah tersebut paling banyak dari tenaga pendidikan, khususnya untuk SD.
Banyak sekolah yang pada akhirnya karena kebutuhan tersebut mengangkat guru wiyata bhakti,” kata Kepala Bidang Pengembangan Pegawai Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Temanggung, Sri Hariyanto.
Bupati Temanggung Bambang Sukarno, saat kunjungan di UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Jumo mengatakan kekurangan guru tersebut memang terjadi merata di hampir seluruh wilayah di Kabupaten Temanggung. Namun, akibat adanya moratorium CPNS, pihaknya belum dapat memenuhi kebutuhan tenaga pendidik di daerah penghasil tembakau ini. “Kita akui memang banyak kekosongan tersebut,” katanya.
Ia mengatakan, berdasarkan laporan yang diterima dari UPT-UPT Dinas Pendidikan, sekolah-sekolah yang masih kekurangan guru tersebut memilih untuk mengangkat sendiri guru wiyata bhakti. Salah satu alasannya adalah agar peserta didik tidak terlantar karena kekurangan guru. “Untuk mengatasi kekurangan sekolah merekrut guru wiyata bhakti. Itupun belum semua tercukupi dan masih harus bisa mengatur sendiri,” terangnya.
Bambang berjanji, pihaknya akan mengusahakan pengisian jabatan kosong tersebut dengan pengadaan CPNS secara mandiri. Pendidikan menjadi sasaran paling penting karena merupakan lembaga yang menyiapkan generasi mendatang. “Kami akan usahakan agar pemerintah daerah dapat mengadakan pengadaan CPNS sendiri,” tandasnya. (zah/lis)