SMP Selalu Ranking, Kini Hanya Bisa Duduk di Rumah

Wahyu Tri Pujiati, 18, remaja asal Dukuh Diwek, Desa Kaliputih, Kecamatan Selomerto, Wonosobo, hanya bisa duduk memandangi pelajar SMA yang lalu lalang di depan rumahnya. Mimpi besarnya menjadi perempuan sukses, terkendala kemiskinan yang membelit keluarganya.

ZAIN ZAINUDIN, Wonosobo

GADIS berhijab itu tampak murung. Sudah seharian ini, ia duduk di kursi lusuh rumahnya, ditemani ayah dan ibunya. Wahyu—demikian gadis pintar ini biasa disapa—sejak kecil mengalami kelumpuhan. Ia tak bisa berdiri. Tulang punggungnya mengalami pembengkokan. Saban hari, Wahyu hanya bisa duduk. Tak lagi bisa bermain dengan teman sebayanya.

Padahal, Wahyu pribadi yang sangat cerdas. Cita-citanya, ingin menjadi pelukis profesional. Ia juga ingin jadi penyulam andal. Untuk mengusir kejenuhannya, Wahyu menyibukkan diri dengan melukis, menenun, dan menulis. Hanya saja, ia belum memiliki guru private.

Di balik keterbatasan fisiknya, gadis yang hobi nyanyi ini, memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Ia juga memiliki bakat berkesenian yang cukup potensial. Saat dikunjungi jajaran perwira Kodim 0707/Wonosobo dan Koramil Selomerto, Jumat (19/5) kemarin, Wahyu tak malu menunjukkan kemampuannya bernyanyi.

Kecerdasan dan kemampuan olah vokal putri bungsu pasangan suami-istri Mujiono, 54; dan Ningsih, 47 itu, sudah tampak ketika sekolah dasar. “Masuk ke SD, langsung kelas 2, karena menurut guru-gurunya kemampuan berpikir Wahyu sudah melebihi anak kelas 1,” tutur Ningsih.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar