Pasutri Palsu Ajukan Kredit Fiktif

Terdakwa Iwan Prasetyawan juga mengaku, kalau ia adalah otak pembobolan. Ia juga yang memalsukan seluruh dokumen pengajuan kredit dan jaminan. Ia juga mengaku kalau sejumlah data tersebut memang dipalsukan, termasuk saling dipasangkan sebagai pasangan suami istri (pasutri) palsu.

”Ide muncul saat pertama ajukan kredit dengan KTP palsu dengan jaminan BPKP motor asli saya. Saya berpikir kok bisa. Lalu kepikiran mengajukannya (fiktif),” kata Iwan.

Terakhir adalah kesaksian, Raden Tommy. Ia mengaku yang berperan memalsukan seluruh dokumen dan 10 sertifikat hak milik yang dijaminkan kredit. Ia mengaku, 10 sertifikat tersebut dibuat tiga kali, karena diminta oleh Iwan, dan semuanya palsu. ”Blangko sertifikat dari kertas putih biasa yang discan. Soal lokasi sertifikat ditentukan Iwan, saya dapat fee Rp 9 juta,” ujarnya.

Perlu diketahui, atas pengajuan kredit fiktif di unit Tanjung Mas dicairkan Rp 25 juta, Johar dua kali Rp 25 juta dan Rp 10 juta, unit Penggaron Rp 50 juta,  unit Abdurrahman Saleh dua kali Rp 50 juta, unit Majapahit Rp 50 juta, unit Semarang Timur Rp 35 juta, unit Semarang Barat Rp 40 juta, BRI Ngaliyan Rp 40 juta, unit Bangetayu Rp 50 juta, unit Pedurungan Rp 50 juta, unit Mrican Rp 50 juta.

Atas perkara itu, JPU Kejari Kota Semarang, Yossi Budi S menjerat para terdakwa dengan pidana Pasal 263 ayat (1) KUHP jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. Atau Pasal 378 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. (jks/ric/ce1)

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar