Atasi Kemacetan Kota, Ajak Pekerja Budayakan Naik Sepeda Onthel

Di tengah kota yang sibuk, pria satu ini konsisten mengajak masyarakat untuk membudayakan naik sepeda onthel. Tentunya agar mengurangi potensi kemacetan arus lalu lintas kota. Seperti apa?

ABDUL MUGHIS

PRIA sederhana itu Ariyanto Raharjo, warga Jalan Ngesrep Timur V No 36 Semarang. Selain hobi, budaya naik sepeda onthel dimanfaatkan sebagai upaya untuk peduli hidup sehat. Sepeda baginya telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari cerita hidupnya.

Melalui budaya bersepeda, ia mengajak masyarakat peduli lingkungan, mengurangi polusi udara, kemacetan, dan menyehatkan. Tetapi budaya naik sepeda ini justru kian ditinggalkan oleh kebanyakan masyarakat. Nyaris semua orang di perkotaan naik motor dan mobil, sehingga jalan raya berjubal kendaraan baik motor maupun kemacetan.

Ia bersama komunitasnya, Bike to Work Semarang, mengajak generasi muda sekarang agar tetap membudayakan naik sepeda onthel. Anggota komunitas ini memang didominasi para pekerja di Kota Semarang yang tetap naik sepeda onthel, meski kebanyakan mereka memiliki motor dan mobil.

”Saya termasuk orang yang menggunakan sepeda tidak hanya untuk berolahraga. Tapi untuk beraktivitas. Bike to Work, bahwa sepeda buat aktivitas sehari-hari. Baik untuk bekerja, ke sekolah, maupun aktivitas lain,” kata Ariyanto saat berbincang dengan Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

1
2
3
4

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar