Siswa SDLB Jalani Unas Seorang Diri

SEMARANG - Jenifer Tria Himawani siswa SD Luar Biasa D/DI Yayasan Pendidikan Anak Cacat (SDLB YPAC) Semarang mengikuti ujian nasional (unas) tingkat SD sendirian, hingga Rabu (17/5). Jenifer merupakan siswa berkebutuhan khusus SDLB D yang kemampuannya dianggap layak untuk mengikuti unas.

Jennifer tidak begitu kesulitan mengerjakan unas meskipun menjadi satu-satunya peserta di sekolahnya. Dengan dua guru pendampingnya, yakni Munasir dan Sri Lestari Handayani, ia selesai mengerjakan unas dalam waktu dua jam dari pukul 08.00-10.00 WIB.

Salah satu panitia ujian, Ari Hariski mengatakan, tidak ada kendala serius yang mengganggu jalannya ujian. ”Hari pertama pada Senin (15/5) dilakukan nnas mapel Bahasa Indonesia, hari kedua, Matematika, dan terakhir IPA. Alhamdulillah sampai sekarang tidak ada kendala,” ujarnya. Setelah mengikuti unas, selanjutnya Jenifer akan mengikuti ujian sekolah.

Sementara itu, ada 4 siswa golongan (DI) tidak bisa mengikuti unas dan hanya mengikuti ujian sekolah (US). Hal itu lantaran, siswa berkebutuhan khusus mempunyai kemampuan yang berbeda.

”Siswa golongan (D) itu kemampuannya layak untuk mengikuti unas. Sementara yang (DI) itu memmiliki kemampuan yang lain, sehingga hanya diikutsertakan dalam ujian kesetaraan yakni US,” tuturnya.

Peserta US yakni Verren Andrea Puspitasari, Liem Gabriela Ellen Sugiarto, Deryan Nabil Deniswara, dan Ahmad Umar Ali. Guru pendamping juga menyebut tidak ada kesulitan yang dihadapi.

Guru pendamping memang berkewajiban membantu mengisikan jawaban di lembar kertas. Hal itu lantaran siswa berkebutuhan khusus kesulitan dalam membaca soal dan menyilang jawaban soal. US tersebut akan dilakukan selama 5 hari sampai Jumat (19/5). (mg30/zal/ce1)


BERITA LAINNYA
Tulis Komentar