Reskrim Sidak Bulog, Takaran Raskin Berkurang

KAJEN-Jelang Ramadan 1348 H serta untuk antisipasi melonjaknya harga bahan pokok, khususnya beras, Satgas Mafia Pangan Polres Pekalongan melakukan sidak ke Bulog Divre IV Pekalongan, Senin (15/5) kemarin. Hasilnya, banyak ditemukan takaran beras miskin (Raskin) berkurang timbangannya. Bahkan, banyak beras menir atau patah dalam jumlah besar.

Raskin yang satu kantong seharusnya dengan takaran berat 15 kilogram. Namun dari 4 kantong beras sampel raskin yang diambil, sebagian besar mempunyai bobot 14,5 kilogram. Meski begitu, ada beberapa kantong beras raskin yang ditimbang dengan menggunakan timbangan digital lebih dari 15 kilogram, yakni 15,08 kilogram. Namun sebagian besar mempunyai berat kurang dari 15 kilogram.

Kepala Bulog Divre IV Pekalongan, Mulyono, mengungkapkan bahwa saat ini ada 9500 ton persediaan beras raskin di 4 gudang Divre IV Pekalongan, untuk persediaan 10 bulan ke depan atau surplus akan persediaan beras raskin.

Menurutnya, raskin 9500 ton tersebut hanya dibagikan ke Kabupaten Pekalongan. Untuk satu keluarga miskin, masing-masing menerima ukuran satu kantong raskin berisi 15 kilogram dengan harga Rp 1600.

“Untuk kantong raskin yang ukurannya kurang dari 15 kilogram, akan kita bongkar semua. Kemudian kami tambahi menjadi 15 kilogram. Setelah itu, kami tutup kantongnya baru didistribusikan,” ungkap Mulyono.

Mulyono juga mengatakan Divre IV Pekalongan akan terus memantau takaran raskin, agar tetap 15 kilogram per kantongnya dan tidak berkurang. Demikian juga dengan beras menir atau beras patah, akan disesuaikan ukurannya dalam satu kantong beras raskin. Sehingga dalam satu kantong raskin, tidak semuanya berisi beras menir atau beras patah.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar