Gotong Royong Itu Khas Indonesia

BOYOLALI – Budaya gotong royong di masyarakat diharapkan dapat terus dilestarikan. Sebab, gotong royong dan kerja bakti dianggap sangat khas Indonesia. Hal tersebut dikatakan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo pada Pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XIV dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-45 tingkat Jateng di Desa Gombang, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali, Rabu (10/5).

Acara pencanangan diisi berbagai kegiatan. Di antaranya gotong royong seluruh warga desa, rehab rumah tak layak huni (RTLH), pembangunan talut, penanaman bibit pohon, dan panen udang galah. Selain itu, ada pemberian bantuan dan penghargaan, serta pelayanan IVA Test dan KB di Puskesmas setempat.

Tercatat ada 7 rumah RTLH yang direhab. Lima di antaranya dengan bantuan dana BAZNAZ Jateng dan dua lainnya dibantu Bank Jateng.

Ganjar menceritakan, bantuan pemugaran rumah tersebut diberikan karena awalnya dia ditemui warga yang marah-marah. ”Dia bilang ke saya, Pak, itu ada rumah mau ambruk, di mana pemerintah,” katanya.

Gubernur lantas bertanya, jika bantuan diberikan, apakah warga mau bergotong royong membangun rumah tersebut. Dan warga tersebut spontan menjawab siap kerja bakti memugar rumah. ”Ini yang membanggakan. Cerita semacam ini hampir terjadi di banyak tempat. Gotong royong ini khas Indonesia,” tandasnya dalam acara yang juga dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kependudukan dan Capil Jateng, Sudaryanto dan Wakil Bupati Boyolali Said Hidayat, serta Ketua Tim Penggerak PKK Jateng Siti Atikoh Ganjar.

Dia berharap kisah-kisah masyarakat yang gemar bergotong royong tersebut terus dimunculkan, termasuk di media sosial. Ganjar juga berharap Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang dijalankan secara gotong royong oleh masyarakat bisa menumbuhkan perekonomian setempat.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar