Ingin Jadi Humas Pasar Tradisional

PASAR tradisional tidak boleh kalah dengan pasar modern atau supermarket. Prinsip itulah yang dipegang Octa Sakti Sila Ayuningtyas. Sudah 3 tahun ini, Octa mengelola toko bahan-bahan roti di sebuah pasar tradisional di Semarang. Usaha tersebut dijalankan di sela kesibukannya kuliah sebagai mahasiswi tingkat akhir jurusan Humas, salah satu universitas swasta di Semarang.

Dara kelahiran Semarang, 1 Oktober 1993 ini mengatakan, meski pasar tradisional tidak dilengkapi fasilitas AC, pembeli tetap dapat berbelanja nyaman bila kebersihannya terjaga. ”Apalagi pasar tradisional juga memiliki kelebihan. Yakni, harga yang dipatok lebih murah dibandingkan di supermarket,” kata gadis yang hobi nge-gym ini kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Dia berkeinginan menjadikan pasar tradisional lebih modern dibanding supermarket. Tujuannya untuk menarik minat masyarakat mau berbelanja di pasar tradisional.

”Pasar tradisional sekarang tidak perlu diragukan lagi kebersihannya, dan saya ingin pedagang kecil sejahtera dengan terangkatnya pasar tradisional,” ujar cewek berzodiak Libra ini.

Dengan ilmu humas yang kini dipelajari di bangku kuliah, dia ingin menjadi semacam humas pasar tradisional. ”Supaya pasar tradisional tetap ramai dan tidak sepi atau mati gara-gara pasar modern. Alhamdulillah dengan usaha bahan-bahan roti, saya bisa membiayai kuliah sendiri dan tidak tergantung orang tua,” paparnya. (ric/aro/ce1)


BERITA LAINNYA
Tulis Komentar