Hanya Dienkripsi, File Data Masih Utuh
BERITA TERKAIT

PAKAR Teknologi Informasi (TI) Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, Dr Solichul Huda, mengatakan, bahaya serangan virus WannaCry itu relatif. Sebab, file data yang terinfeksi hanya dienkripsi, sehingga tidak bisa dibuka, tapi file-nya masih utuh tanpa ada yang rusak.

”Virus ini menularnya sesuai dengan target pembuatnya, makanya yang kena virus ini hanya instansi-instansi tertentu, dan semuanya rumah sakit. Kalau virus ini penetrasinya bebas, pasti semua website atau aplikasi online akan kena virus ini juga,” beber pria yang akrab disapa Huda ini.

Menurut pria yang tinggal di Salatiga ini, sekarang yang paling penting justru menganalisis enkripsi file data RS Dharmais dan RS Harapan Kita Jakarta yang sempat terserang virus WannaCry.

”Dengan kita mengetahui cara enkripsinya, maka kita dapat mengembalikan file data menjadi normal tanpa membayar ke pembuat virus,” katanya.

Menurutnya, upaya pemerintah dalam menangani penyerangan virus WannaCry sudah benar, yakni dengan melakukan sosialisasi teknik atau tip menutup celah yang digunakan virus tersebut menyerang sebuah jaringan komputer atau personal computer (PC) yang memiliki sistem Microsoft Windows dan terhubung langsung dengan internet. ”Untuk menghindari kemungkinan jeleknya, sebaiknya data-data penting di-back up,” katanya.

Huda sendiri siap dilibatkan untuk membongkar virus tersebut.

”Saya baca di running text televisi, virus ini teridentifikasi menyerang data Samsat. Kalau dilibatkan, saya siap membantu membongkar,” ujar doktor dari ITS Surabaya ini. (amu/aro/ce1)


BERITA LAINNYA
Tulis Komentar