Dua Pelajar Hilang di Gunung Merbabu

SALATIGA - Dua pelajar asal Salatiga dikabarkan hilang di kawasan pos 4 saat mendaki Gunung Merbabu, Minggu (14/5). Keduanya, Prima Angga Wahyu Setiawan, 16, siswa SMKN 3 Salatiga dan Inggil Pangestu, 16, siswa SMPN 2 Salatiga. Hingga sore kemarin, kedua remaja warga Kampung Ngentak, Kelurahan Kutowinangun Lor, Kecamatan Tingkir, Salatiga tersebut belum ditemukan, dan masih dalam pencarian tim SAR dan relawan.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang menyebutkan, kedua remaja tersebut mendaki Gunung Merbabu pada Sabtu (13/5) sekitar pukul 17.00 bersama 10 temannya juga berasal dari Ngentak. Mereka mendaki melalui jalur pendakian Dusun Cuntel, Desa Kopeng, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang bersama Dion, Faiz, Wahyu, Haris, Rizal, Faisal, Wili, Agung, Diky dan Bayu.

Sekitar pukul 24.00, ke-12 pendaki tersebut tiba di pos 3 Gunung Merbabu. Selanjutnya rombongan memutuskan untuk beristirahat dan melanjutkan pendakian keesokan harinya. Pada Minggu (14/5) sekitar pukul 10.00, mereka meneruskan perjalanan. Namun yang melanjutkan pendakian hanya 10 orang. Sedangkan dua orang lainnya tinggal di pos 3 Gunung Merbabu. Selanjutnya, sekitar pukul 11.30, 10 orang pendaki sampai di pos 4 Gunung Merbabu. Sesampainya di pos 4, mereka langsung beristirahat untuk menghilangkan lelah setelah melakukan perjalanan selama sekitar 1,5 jam.

Setelah beristirahat selama sekitar 1 jam, pada pukul 12.30 mereka memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju helipad atau pos 5. Selanjutnya, mereka berjalan menuju tower pemancar. Dalam perjalanan, delapan orang yang berada di depan memutuskan untuk istirahat di sebuah batu besar.

Tak lama kemudian, Inggil tiba dan terus berjalan mendahului rombongan. Inggil disusul oleh Angga yang berjalan di belakangnya. Selang beberapa waktu kemudian, delapan orang pendaki menyusul Inggil dan Angga. Tetapi sesampainya di pemancar mereka tidak melihat Inggil dan Angga. Akhirnya, rombongaan memutuskan untuk melanjutkan perjalanan. Namun kabut tebal turun. Sekitar pukul 14.00, rombongan mendengar suara Inggil yang berteriak memberitahukan bahwa dirinya tersesat. Lantas Bayu menjawab dan meminta Inggil untuk kembali ke atas (jalur semula).

Tetapi Inggil tidak menjawab permintaan itu. Bayu dan Faiz berusaha mencari Inggil, namun tidak menemukannya. Karena kabut semakin menebal, akhirnya Bayu, Faiz dan enam orang lainnya memutuskan untuk kembali ke pemancar dan turun ke pos 3.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar