Cita-Cita Jadi Kowad, namun Takdirnya Jadi Lurah

Yuliatun, Kelurahan Mangunharjo Kecamatan Tembalang menunjukkan prestasinya dengan menjuarai beberapa kategori di antaranya juara 1 lomba Kampung Hebat serta prestasi lainnya. Hal itu tidak terlepas dari peran lurahnya yang memiliki segudang prestasi yakni Yuliatun, 53. Seperti apa?

NUR WAHID

YULIATUN merupakan anak ke-4 dari 9 bersaudara. Ayahnya kala itu sebagai sekretaris lurah (seklur) atau Carik Pedalangan. Sedangkan kakaknya Purnomo merupakan Lurah Meteseh yang saat ini sudah memasuki masa pensiun. Namun hal itulah yang mendorongnya menjadi lurah saat ini. ”Bapak saya itu, dulunya carik sehingga mereka yang mendorong saya menjadi lurah sekarang ini,” katanya.

Yuliatun sendiri mengawali kariernya pada 1987 menjadi staf di Kecamatan Semarang Utara. Namun perkantorannya kala itu, masih menempati kantor yang sekarang dijadikan kantor Kecamatan Semarang Timur.

Setelah itu, pada 1993 menjadi staf Kecamatan Banyumanik. Kemudian pada 2004 menjadi Kasi Pemerintahan Kelurahan (Pemkab) Pedalangan, Kecamatan Banyumanik. Kemudian pada 2010 menjadi Lurah Kramas dan pada 2012 menjadi Lurah Mangunharjo sampai sekarang ini.

Sebelum menjadi lurah, Yuliatun sebenarnya mengaku ingin menjadi Kowad (Korps Wanita TNI Angkatan Darat). Tetapi karena orang tuanya pernah menjadi carik, hal itu mendorongnya bekerja di pemerintahan sehingga menjadi lurah ini. ”Dulu ada keinginan menjadi Kowad, tetapi karena tidak ada yang mendorong, maka ayah yang saat itu menjadi seklur dan mendorongnya, sehingga menjadi lurah ini,” katanya.

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar