Guru PAUD Berkompetisi Buat APE

DEMAK- Ratusan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dari Semarang dan Demak berkompetisi membuat alat permainan edukatif (APE). Berbagai macam alat peraga untuk anak-anak usia dini ini  dipamerkan di gedung Balai Diklat, untuk dilakukan penilaian tim juri dari Amurt (Ananda
Marga Universal Relief Team) Indonesia, kemarin.

Manajer Amurt Indonesia, Haryono mengatakan, ada 201 APE yang turut berkompetisi dalam lomba
tersebut. Sebelumnya, para guru mendapat pendampingan  dari Amurt untuk membuat bernaeka ragam APE.

“Sudah 3 hingga 4 bulan kita dampingi para guru PAUD dari 48 sekolah di Semarang dan Demak untuk membuat alat permainan tersebut. Masing-masing guru APE yang dibuat berbeda beda. Tentu disesuaikan dengan usia anak didik. Ada yang usia 3-4 tahun. Usia 4-5 tahun dan usia 5 hingga 6 tahun,” katanya.

Dengan demikian, banyak APE menunjukkan kreatifitas guru yang bersangkutan. Dia menambahkan,
setiap APE yang dibuat memiliki spesifikasi sendiri. Barang atau bahan yang digunakan sederhana, terjangkau dan yang ada di lingkungan sekitar, termasuk bahan lokal daur ulang. Menurutnya, tingkat
keamanan penggunaan APE menjadi prioritas penilaian tim Amurt yang dibantu penilai dari Himpaudi.

“Spesifikasi APE adalah ramah lingkungan, aman, dapat dimainkan anak anak dengan mudah serta dapat
meningkatkan kreatifitas anak-anak,” kata dia.

Dikatakan, ada 10 juri yang bertugas menilai lomba final yang diselenggarakan Amurt. APE yang dibuat para guru ini akan diproduksi massal untuk membantu sekolah-sekolah dalam meningkatkan krestaifitas anak usia PAUD. (hib/zal)


BERITA LAINNYA
Tulis Komentar