Prasasti Plumpungan Bisa Jadi Motif Batik

SALATIGA - Sejarah Prasasti Plumpungan diharapkan bisa masuk dalam kurikulum muatan lokal. Hal itu mengacu setelah Bahasa Jawa ditetapkan Gubernur Jawa Tengah menjadi muatan lokal tingkat provinsi. Selanjutnya tiap kabupaten/kota juga dibolehkan membuat muatan lokal tingkat kabupaten/kota masing-masing.

Hal itu diungkapkan Pj Wali Kota Salatiga Achmad Rofai dalam sambutannya yang dibacakan Staf Ahli Wali Kota Bidang Hukum dan Pemerintahan Endang DW, pada pembukaan Sarasehan Pengembangan Kebijakan Manajemen Pelayanan Pendidikan, yang diadakan Bagian Kesra di Pendopo Setda, Selasa (9/5).

“Melalui sarasehan ini diharapkan ada titik terang muatan lokal untuk tingkat kota, temanya bisa digali dan ditetapkan,” harap Endang.

Misalnya saja prasasti Plumpungan yang terkait sejarah ditemukannya prasasti hingga dijadikan patokan ulang tahun Salatiga. Selanjutnya batu plumpungan dibuat motif batik. Tentu masih ada hal lain dari prasasti Plumpangan yang bisa digali sebagai muatan lokal.

Kabag Kesra Joko Haryono melaporkan, kegiatan sarasehan dimaksudkan untuk menggali potensi dari Salatiga yang memungkinkan untuk masuk dalam pelajaran muatan lokal. Narasumber yang dihadirkan adalah Kepala Dinas Pendidikan Salatiga Niken Lidiastuti, Ketua Dewan Pendidikan Kota Salatiga Miftahuddin, dan Agus Hari Supomo dari Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Salatiga.(sas/ton)


BERITA LAINNYA
Tulis Komentar