Keluarga Tetap Prioritas

Di tengah kesibukannya berkarir, Enar tidak lantas melupakan kodratnya sebagai seorang perempuan sekaligus ibu rumah tangga. Baginya, urusan rumah tangga harus sudah beres dulu sebelum menjalankan rutinitas setiap hari. Karena saban hari ia harus disibukkan mengurus anak pertamanya Djawani Saka Mas Muara Alam.

“Keluarga itu prioritas meski saya tetap disibukan dengan dunia kerja,” katanya. Ia tidak menampik, jika kesibukannya menjadi Direktur Operasional Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Swara Kendal sangat menguras energi. Kesibukan yang begitu padat, terkadang membuatnya harus pandai-pandai mengatur waktu. Tidak jarang, ia harus menghabiskan waktu di dalam kantor dan jelas cukup capek. “Alhamdulillah capek langsung hilang ketika melihat senyuman anak. Itu yang membuat selalu bersemangat,” terangnya.

Enar mengakui, sebagai ibu rumah tangga ia kerap mengalami kondisi dilematis. Di satu sisi, ia harus menjadi ibu rumah tangga yang harus disibukan dengan kegiatan rumah dan keluarga. Tetapi di sisi lain, ia memiliki keinginan untuk berkarir dan bisa mengabdikan hidup bagi masyarakat. Untungnya semua itu bisa dilakukan bersama, karena ia mendapatkan dukungan penuh dari keluarga. “Suami tidak melarang dan mendukung berkarir, asalkan tidak mengabaikan keluarga terutama anak. Itu saja pesannya,” ujarnya.

Prioritas keluarga itu selalu dipegang teguh meski di tengah kesibukannya berkarir. Karena  justru keluargalah yang menjadi penyemangat untuk terus berkarya dan mengabdi kepada kepentingan masyarakat. Apa yang dilakukannya dengan berkomitmen untuk tidak membawa urusan pekerjaan ketika sudah berada di rumah. “Sampai di rumah ya sudah, urusan pekerjaan ditinggal. Ini semata-mata agar antara pekerjaan dan rumah bisa berjalan bareng,” tambahnya.

Untuk menunjang karinya itu, ia juga terus mengasah kepribadian lewat menulis dan membaca. Saat ini ia bahkan sudah menelurkan enam karya buku ditengah kesibukan berkarir. Menulis sudah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupannya. “Karena dengan menulis kita akan abadi dan dapat menularkan buah pikiran terhadap sekitar dan berguna bagi berlangsungnya peradaban manusia,” pungkasnya. (fth/ric)


BERITA LAINNYA
Tulis Komentar