Korsel Inginkan Kerjasama Sektor Perkebunan

UNGARAN–Luasnya area perkebunan di Indonesia, membuat Korea Selatan (Korsel) kepincut melakukan kerjasama. Terlihat dari Perwakilan dari Korea Selatan (Korsel), yaitu Wakil Wali Kota Junggu Ulsan Metropolitan City, Choi Sokdoo saat berkunjung ke Kampoeng Kopi Banaran, Kecamatan Bawen, Jumat (5/5) kemarin.

Saat berkeliling melihat kebun kopi bagian dari Kampoeng Kopi Banaran, ia kagum dengan tanaman yang subur. Ia berharap kerjasama di bidang perkebunan antara Indonesia dan Kosel dapat terwujud. “Apa yang ada bisa saling melengkapi. Di Korea tidak ada perkebunan seperti ini. Di Negara kami, cenderung kebudayaan yang menjadi daya tarik wisatawan,” katanya.

Diakuinya, kerjasama antar kedua negara itu sebenarnya sudah terjadi di beberapa sektor. Namun khusus sektor perkebunan, ia berharap kerjasama tersebut terlaksana. Sehingga, hubungan kedua negara akan lebih baik lagi.

Kedatangan Choi ke Kampoeng Kopi Banaran didampingi Pemkot Semarang dalam hal ini Staf Bagian Otonomi Daerah. Saat menerima kunjungan perwakilan Korsel dan Pemkot Semarang tersebut, pihak manajemen Kampoeng Kopi Banaran mengajak untuk melihat-lihat kebun kopi, pala, dan kakao yang dekat dengan lokasi Kampoeng Kopi Banaran. Kemudian rombongan diajak menyaksikan pembuatan batik alam, hingga melihat Rawapening dari lobi Banaran 9 Resort Hotel.

Kabag Otonomi Daerah Pemkot Semarang, Sapto Adi mengatakan pihaknya yang berkewenangan menangani kerjasama antar lembaga pemerintahan akan menjembatani perwakilan yang datang.  Para tamu dari negara Kim Jong Un tersebut dijelaskannya memang sengaja diundang untuk menghadiri rangkaian HUT Kota Semarang yang ke-470.

“Kota Semarang punya kerjasama dengan Kota Junggu. Khususnya bidang perdagangan, pendidikan, dan kebudayaan. Paling tidak, mereka akan berbicara tentang investasi berkaitan insfrastruktur,” tuturnya.

Sementara itu, Manajer Kampoeng Kopi Banaran, Untung Marjono mengatakan bahwa pihaknya tengah berbenah meningkatkan bentuk pelayanan. Mengingat kunjungan turis mancanegara ke Kampoeng Kopi Banaran memang tinggi. “Ini tentu bisa memotivasi kami untuk menjadi lebih baik. Kami punya wisata khas, yakni berkeliling perkebunan kopi. Dari total sekitar 400 hektare, lebih kurang 40 hektare dikelola untuk wisata agro,” katanya. (ewb/ida)


BERITA LAINNYA
Tulis Komentar