Kota Lama Jalur Rempah Nusantara
BERITA TERKAIT

KOTA Lama Semarang bakal disulap lebih meriah dan lebih bersahabat kepada para pengunjung. Pemerintah Kota Semarang menggandeng sejumlah stakeholder terkait untuk mengembangkan kawasan peninggalan Kolonial Belanda tersebut.

Pemerintah pusat pun turun tangan untuk membantu pengembangan Kota Lama. Rencananya, pada 5 Mei 2017 mendatang, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menunjuk Kota Lama menjadi tuan rumah Focus Group Discussion (FGD) ”Jalur Rempah Nusantara.” Gelaran akbar tersebut bakal diikuti tiga kota lain yang saat ini masuk dalam daftar sementara Warisan Budaya Dunia versi UNESCO. Yakni, DKI Jakarta, Surabaya, dan Pulau Banda Maluku.

”Itu juga untuk penyusunan Dossiers (penyusunan dokumen registrasi, Red). Jadi, memang harus paralel dengan semua pihak terkait,” kata Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu kepada Jawa Pos Radar Semarang.  

Menurut Mbak Ita—sapaan akrab wawali— Kota Lama tercatat menjadi jalur rempah nusantara, karena sejak dulu Indonesia dikenal sebagai penghasil rempah-rempah berkualitas. Dari penghasil rempah itulah, Indonesia menempati posisi penting di dunia sebagai pusat perdagangan rempah-rempah dunia. ”Ini menjadi magnet Kota Lama yang terus digali,” ujarnya.

Anggota Tim Percepatan Belanja dan Kuliner Kementerian Pariwisata, Tendi Naim menjelaskan, penunjukan sebagai tuan rumah Jalur Rempah Nusantara ini merupakan momentum kebangkitan Kota Lama. Rencananya, Kota Lama bakal mengangkat tema perdagangan gula. Sebab, di Semarang pernah ditinggali Raja Gula, Oei Tiong Ham. Salah satu kantornya pun ada di Kawasan Kota Lama.

”Selain itu, Kota Semarang juga menyimpan banyak sejarah. Kabarnya kereta api pertama ada di Semarang. Pelabuhan juga. Masih ada menara pandang syahbandar yang kini digunakan untuk kantor PGN (Perusahaan Gas Negara),” ujarnya. 

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar