Menelisik Peredaran Narkoba di Kalangan Mahasiswa Semarang
BERITA TERKAIT

Kehidupan mahasiswa rentan terhadap peredaran narkoba. Apalagi mereka yang tinggal di rumah kos dan jauh dari pantauan orang tua. Jawa Pos Radar Semarang mencoba menelisik peredaran narkoba di kalangan mahasiswa di Semarang. Berikut laporannya.

HIDUP jauh dari keluarga, ditambah dengan tugas-tugas kuliah menumpuk, membuat sejumlah mahasiswa menghabiskan waktu senggangnya untuk menghibur diri. Salah satu cara melepaskan penat yang kerap dilakukan oleh para mahasiswa adalah mendatangi tempat hiburan malam, kafe, menenggak minuman keras hingga mengonsumsi narkoba.

Di kawasan Tembalang, bertebaran rumah kos khusus mahasiswa. Nah, di antara rumah kos itu, terutama kos pria, kerap dijadikan tempat pesta miras dan ganja oleh para mahasiswa. Koran ini pun bertemu RS, mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) salah satu perguruan tinggi negeri di kawasan tersebut. RS mengaku kerap berpesta miras hingga mengonsumsi ganja di kamar kosnya. 

”Minum-minum itu sudah jadi hal yang biasa. Bagi saya itu biasa, karena minuman keras sendiri kan tidak dilarang,” ujar RS yang meminta merahasiakan alamat kosnya dengan alasan demi keamanan.

Tidak hanya di kamar kosnya, RS juga kerap kali melakukan pesta miras di kos milik temannya. Sekali pesta, ia dan kawan-kawannya bisa menghabiskan sampai enam botol. Minuman yang biasa dikonsumsi mulai anggur merah, vodka, whisky, hingga tequilla.

”Tidak tentu sih, tapi setiap bulan pasti kita minum- minum. Kalau seminggu sekali sih sudah pasti dalam sebulan, tergantung teman- teman saya juga, biasanya kadang mereka bawa dari rumah juga. Paling sedikit dua botol untuk dua orang, terkadang ada gele (ganja) juga,” katanya.

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar